Padang, Javanusa—Gedung Youth Center Kota Padang dipenuhi antusiasme generasi muda yang menunjukkan kreativitas dan kemampuan di bidang animasi serta pengembangan gim melalui Padang International Animation and Game Expo (PIAGEX) 2026, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya itu mempertemukan pelajar, komunitas kreatif, pelaku industri, dan berbagai unsur pendidikan dalam satu ruang kolaborasi.
Beragam kompetisi, seperti animasi, coding block, dan pengembangan game, menjadi wadah bagi pelajar untuk menampilkan karya sekaligus mengasah kemampuan di bidang teknologi dan industri kreatif.
PIAGEX Dorong Lahirnya Talenta Industri Kreatif
Wakil Ketua Dewan Pengarah PIAGEX sekaligus Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang, Romy Elpa Segas, mengatakan PIAGEX menjadi ruang awal untuk mendorong lahirnya talenta muda di sektor ekonomi kreatif.
Menurut Romy, minat pelajar terhadap animasi, coding, dan pengembangan game menunjukkan potensi besar yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Karena itu, kegiatan seperti PIAGEX penting untuk mempertemukan generasi muda dengan dunia kreatif dan teknologi sejak dini.
“Kegiatan ini kita prioritaskan untuk pengembangan anak-anak dari sekolah-sekolah di Kota Padang, baik SD maupun SMP. Kita berharap mereka memiliki ruang untuk mengembangkan minat dan bakat, khususnya dalam animasi, coding, dan pengembangan game,” ujarnya.
Romy menambahkan, PIAGEX diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit baru di bidang ekonomi kreatif melalui dukungan berbagai pihak.
“Kita berharap dari kegiatan ini tumbuh bibit-bibit baru di bidang ekonomi kreatif, khususnya animasi dan pengembangan game. Dengan dukungan dari berbagai unsur, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang ke depan,” katanya.
Industri Kreatif Perkenalkan Peluang Karier bagi Generasi Muda
Dukungan terhadap pengembangan industri kreatif juga datang dari Piapi Studio yang ikut berpartisipasi dalam PIAGEX 2026.
Founder Piapi Studio, Rinaldo Afandi, menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan industri kreatif di Kota Padang.
Piapi Studio juga memperkenalkan Animbox Smash, game kasual yang dapat dimainkan oleh dua hingga empat orang.
Kehadiran pelaku industri itu memberikan gambaran kepada peserta mengenai peluang yang semakin terbuka di dunia pengembangan game.
“Saya sangat bangga dengan adanya inisiasi PIAGEX ini. Industri kreatif sedang berkembang, sehingga sangat bagus bagi Kota Padang untuk mengikuti perkembangan tersebut. Bagi generasi muda, yang penting adalah memiliki ketertarikan dan kemauan untuk terus belajar karena dunia kreatif membutuhkan proses dan keinginan untuk menghasilkan karya yang lebih baik,” ujar Rinaldo.
Sekolah Tampilkan Karya Animasi dan Game
Kesempatan mengembangkan kemampuan itu dimanfaatkan SMP Negeri 30 Padang melalui komunitas kreatif Cyber Thirty Hub.
Sekolah tersebut mengikuti tiga rangkaian kegiatan, yaitu kompetisi Game Development, Coding Block Game, dan pameran karya siswa.
Guru pendamping, pembimbing, sekaligus tim pengelola Cyber Thirty Hub SMP Negeri 30 Padang, Novia Indra, mengatakan pengembangan bakat siswa dilakukan melalui pembinaan dan kelas animasi yang diikuti puluhan siswa.
Menurut Novia, keikutsertaan dalam PIAGEX bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberi kesempatan kepada siswa untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun kepercayaan diri melalui proses kreatif.
“Dari proses pembinaan, kami menghasilkan lima produk game dan dua tim berhasil lolos dalam turnamen Game Development. Kami sangat berterima kasih kepada pihak UNP dan PIAGEX yang telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi potensi dan bakat mereka di bidang animasi serta pengembangan game,” katanya.
SMP Maria Dorong Pemanfaatan Teknologi Secara Produktif
Hal serupa dirasakan siswa SMP Maria yang mengikuti kompetisi pengembangan game dengan mengirimkan dua tim. Yakni RG2 yang mengembangkan game edukasi dan Germada yang membuat game bertema petualangan.
Kepala SMP Maria, Friska Samosir, mengatakan keikutsertaan siswa dalam PIAGEX menjadi pengalaman penting untuk melatih keberanian. Sekaligus menunjukkan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif.
“Kami sangat mendukung PIAGEX karena kegiatan ini menjadi bentuk pemanfaatan digitalisasi di sekolah. Anak-anak tidak hanya menggunakan gawai untuk bermain, tetapi juga dapat memanfaatkannya untuk hobi, menyalurkan minat dan bakat, serta menghasilkan karya. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan agar semakin banyak sekolah dan anak-anak yang berpartisipasi,” ujarnya.
Kolaborasi Sekolah dan Industri Perkuat Ekosistem Kreatif
PIAGEX 2026 menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap animasi dan pengembangan game terus tumbuh.
Kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan industri kreatif menjadi langkah penting untuk membuka ruang yang lebih luas bagi pelajar dalam berkarya.
Lebih dari sekadar kompetisi, PIAGEX menjadi ruang pertemuan bagi ide, kreativitas, dan keberanian generasi muda untuk mengenali potensi mereka di tengah perkembangan industri kreatif dan teknologi digital. (*)






