Jakarta, Javanusa—Momen kemenangan di ajang Academy Awards berubah menjadi insiden tak terduga bagi sutradara asal Rusia, Pavel Talankin.
Ia kehilangan piala Oscar setelah menyimpannya di bagasi pesawat dalam penerbangan dari New York menuju Frankfurt.
Talankin membawa pulang penghargaan bergengsi tersebut usai menghadiri Academy Awards ke-98 tahun 2026. Namun, ia tidak dapat mempertahankan piala itu hingga tiba di tujuan.
Dilarang Masuk Kabin, Piala Dipindahkan ke Bagasi
Petugas keamanan di Bandara John F. Kennedy (JFK), New York, melarang Talankin membawa piala Oscar ke dalam kabin pesawat. Mereka menilai benda tersebut berpotensi membahayakan selama penerbangan.
Talankin kemudian menempatkan piala emas itu ke dalam kardus cokelat dan memasukkannya ke bagasi pesawat maskapai Lufthansa. Ia mengikuti prosedur tersebut sebelum pesawat lepas landas menuju Frankfurt, Jerman.
Piala Raib Saat Tiba di Frankfurt
Setelah pesawat mendarat di Frankfurt, Talankin mendapati piala Oscar miliknya tidak lagi berada di dalam bagasi. Kejadian ini langsung memicu kebingungan dan kekecewaan dari sang sutradara.
Pihak Lufthansa merespons insiden tersebut dengan menyampaikan permintaan maaf dan membuka penyelidikan. Maskapai menyatakan penyesalan atas kejadian yang menimpa penumpangnya.
“Kami sangat menyesali situasi ini,” tulis pihak Lufthansa dalam pernyataan resmi dikutip dari detik.com, Senin (4/5/2026).
Talankin Pertanyakan Alasan Keamanan
Talankin mempertanyakan keputusan petugas keamanan yang melarang piala Oscar dibawa ke kabin. Ia menilai alasan tersebut tidak logis dan sulit dipahami.
“Itu tidak masuk akal. Sangat membingungkan bagaimana mereka menganggap piala Oscar sebagai senjata,” ujar Talankin.
Kemenangan Lewat Film Dokumenter Kritik Kremlin
Pavel Talankin meraih penghargaan Film Dokumenter Terbaik dalam Academy Awards ke-98 tahun 2026. Ia memenangkan kategori tersebut melalui film Mr. Nobody Against Putin, yang ia sutradarai bersama David Borenstein.
Film tersebut menyoroti indoktrinasi ideologi negara terhadap anak-anak sekolah di Rusia pascainvasi ke Ukraina. Talankin merekam kondisi tersebut secara diam-diam di sekolah tempatnya mengajar sebelum meninggalkan Rusia pada 2024.
Dalam pidato kemenangannya, Talankin menyerukan penghentian perang. Ia juga menyinggung negara-negara yang memilih meluncurkan roket dan drone ke langit, bukan harapan dan masa depan. (*/red)






