Solsel, Javanusa—Berdasarkan data dari kemen PPA dan Komnas Perempuan, di Indonesia terdapat 19.041 Kasus kekerasan terhadap anak, dan sebanyak 289.111 kasus kekerasan terhadap perempuan.
Kecenderungan kharakteristik korban dan pelaku kekerasan menunjukkan tren yang sama yaitu masih muda dan rendah pendidikannya.
Merespon hal tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPP dan PA) kabupaten Solok Selatan menggelar Bimtek Manajemen Kasus THD Perempuan dan Anak, Kamis (3/10/2024).
Menyikapi hal tersebut, Pjs Bupati Adib Alfikri menyerukan pentingnya pencegahan kekerasan tersebut.
“Ini menjadi fokus dan perhatian kita semua. Pencegahan kekerasan terhadap ibu dan anak ini sangat penting. Mari bersama-sama kita cegah peningkatan kasus tersebut di Solok Selatan,” ucapnya.
“Sebagai pemerintah daerah, selain tindakan penanganan kasus, kita lebih menekankan upaya pencegahan atau preventif. Sejak dini, kita ciptakan keluarga yang berkualitas melalui intervensi berbagai program pemerintah. seperti yang kita laksanakan pada hari ini,” jelas Adib.
Kepala DP2KBPP dan PA Dr. Erawati menjelaskan tujuan bimtek ialah untuk meningkatan pemahaman tentang penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Serta menyamakan pemahaman tentang penghapusan kekerasan terhadap anak dan Hak dan perlindungan anak.
Bimtek ini diikuti oleh pengurus P2TP2A, Forum Anak , LKAM, Guru BP Tingkat SMA, SMP dan SD serta bundo kanduang. (*/jn04)






