PMI Manufaktur Indonesia Turun ke 49,1, Tekanan Global Picu Gangguan Pasokan dan Lonjakan Harga

Penulis -

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Kemenperin)

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Dinamika geopolitik global yang masih berlangsung mengganggu keberlangsungan industri nasional. Kinerja sektor manufaktur Indonesia pada April 2026 melambat.

Data menunjukkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia turun ke level 49,1 dari 50,1 pada Maret 2026. Angka ini menandai kembalinya sektor manufaktur ke fase kontraksi.

“Pelemahan angka PMI tersebut merupakan dampak dari dinamika global, khususnya konflik geopolitik yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga komoditas serta biaya logistik,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, di Jakarta, Senin (4/5).

Ia menegaskan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas produksi industri nasional.

Langkah Mitigasi Kemenperin

Kementerian Perindustrian merespons kondisi ini dengan memperkuat sektor industri nasional. Pemerintah mempertemukan ekosistem rantai pasok industri terdampak, termasuk industri plastik.

Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku. Selain itu, Kemenperin mendorong pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT).

Kebijakan tersebut membantu mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan menekan risiko fluktuasi nilai tukar.

Percepatan Kebijakan Strategis

Kemenperin juga mempercepat perumusan kebijakan strategis untuk memperkuat industri nasional. Fokus utama mencakup substitusi impor dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Selain itu, pemerintah mendorong diversifikasi sumber bahan baku dan pasar ekspor. Upaya ini berjalan seiring dengan program pendampingan industri.

Kemenperin juga meningkatkan kapasitas industri kecil dan menengah (IKM) serta mempercepat transformasi digital. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan daya saing industri.

“Semua upaya ini ditujukan untuk ketahanan dan kemandirian industri nasional serta mempertahankan utilisasi produksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga bertujuan melindungi pekerja industri dari risiko pengurangan tenaga kerja atau PHK.

Usulan Insentif Baru Disiapkan

Selain kebijakan yang telah berjalan, Kemenperin menyiapkan usulan insentif baru. Pemerintah juga merancang kebijakan perlindungan tambahan untuk menghadapi gejolak geopolitik global.

Baca Juga :  Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru dan Perkuat Stabilitas Rupiah

Langkah ini bertujuan menjaga utilisasi produksi dan melindungi tenaga kerja industri.

“Bapak Menteri Perindustrian sedang menyiapkan usulan insentif baru dan kebijakan perlindungan industri dalam negeri,” kata Febri.

Ia menambahkan, rancangan kebijakan tersebut akan memperkuat perlindungan industri sebelumnya. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu memperkuat rantai pasok dan melindungi pekerja.

Tekanan Juga Terjadi di Asia Tenggara

Data S&P Global menunjukkan tekanan manufaktur tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara Asia Tenggara juga mengalami kondisi serupa dengan intensitas berbeda.

Vietnam mencatatkan PMI di kisaran 50,5, sedangkan Malaysia berada di level 51,6. Sementara itu, Filipina mengalami kontraksi lebih dalam hingga 48,3.

Dengan capaian 49,1, Indonesia masuk kategori kontraksi moderat. Kondisi ini sejalan dengan tren pelemahan di kawasan ASEAN.

Namun, permintaan domestik masih menopang kinerja industri nasional. Kondisi ini membuat Indonesia relatif lebih baik dibanding negara dengan kontraksi lebih dalam.

Optimisme Industri Masih Terjaga

Febri menilai posisi Indonesia menunjukkan sektor manufaktur masih cukup resilien di tengah tekanan global.

Namun, kondisi ini menjadi sinyal penting untuk memperkuat struktur industri nasional agar lebih tahan terhadap gejolak eksternal.

Survei Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menunjukkan pelaku industri tetap optimistis. Sebanyak 70,1 persen responden percaya prospek produksi akan membaik dalam enam bulan ke depan.

Meski demikian, angka tersebut turun tipis 1,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB