Portura Debut Lewat FRAMES, Rilis Mini Album 5 Lagu Berisi Isu Sosial

Penulis -

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Portura merilis mini album FRAMES berisi lima lagu orisinal yang mengeksplorasi musik, isu sosial, dan keresahan para personelnya. (Foto: IG @podcastsomestory)

Portura merilis mini album FRAMES berisi lima lagu orisinal yang mengeksplorasi musik, isu sosial, dan keresahan para personelnya. (Foto: IG @podcastsomestory)

Javanusa.com—Portura resmi memperkenalkan mini album debut bertajuk FRAMES, yang memuat lima lagu orisinal dengan eksplorasi musikal dan lirik yang berangkat dari keresahan para personelnya.

Grup rock alternatif ini menggandeng Lintas Resonan dalam penggarapan album yang menjadi langkah baru perjalanan musik mereka.

Portura beranggotakan lima musisi, yakni Iga Massardi, Fathia Izzati, John Paul Patton, Enrico Octaviano, dan Bilal Indrajaya. Sebelum membentuk grup secara utuh, mereka telah lebih dahulu dikenal melalui proyek musik masing-masing.

Awalnya, Portura hadir sebagai proyek jangka pendek yang berfokus pada penampilan langsung atau live performance. Namun, kecocokan antarpersonel membuka peluang bagi mereka untuk melanjutkan kolaborasi dan membangun sebuah grup musik.

FRAMES Jadi Debut Mini Album Portura

Lintas Resonan menjadi pihak yang menginisiasi kehadiran Portura pada penghujung tahun lalu. Kini, keduanya kembali bekerja sama untuk meluncurkan FRAMES, dengan Lintas Resonan mengambil peran sebagai produser eksekutif.

Mini album tersebut berisi lima lagu orisinal, termasuk single pembuka berjudul Ye Ye Ye. Lagu itu lebih dahulu diperkenalkan kepada publik pada September lalu sebagai bagian dari rangkaian menuju perilisan FRAMES.

Kehadiran album ini sekaligus menjawab penantian pendengar yang ingin melihat karya orisinal dari kolaborasi para musisi tersebut. Portura memanfaatkan proyek ini untuk mengeksplorasi kemungkinan musikal di luar kebiasaan dan identitas masing-masing personel.

Eksplorasi Musik dan Kejujuran dalam Lirik

Dalam proses kreatifnya, Portura menjadikan FRAMES sebagai ruang untuk mengembangkan ide, karakter, dan pendekatan bermusik. Mereka berupaya melampaui batas yang selama ini melekat pada proyek masing-masing.

Pendekatan serupa juga terlihat dalam penulisan lirik. Para personel memilih mengangkat hal-hal yang dekat dengan pengalaman dan perasaan mereka, alih-alih terpaku pada satu konsep besar yang mengikat seluruh album.

Baca Juga :  Sebuah Catatan dari Ujung Negeri Sumatera Barat: Derasnya Arus Sungai, Sederas Harapan Masyarakat di Patamuan

Isu sosial, keresahan terhadap lingkungan sekitar, serta upaya bertahan menghadapi berbagai situasi menjadi sejumlah landasan dalam penciptaan lagu-lagu di FRAMES. Tema-tema tersebut memberi ruang bagi setiap personel untuk menyampaikan pandangan secara lebih personal.

Enrico Octaviano menjelaskan bahwa proses kreatif album ini tidak bertumpu pada konsep tertentu. Menurutnya, kebebasan berekspresi dan kejujuran dalam menyampaikan gagasan justru menjadi benang merah karya Portura.

“Proses kreatifnya nggak terlalu banyak berfokus pada konsep, kita coba menulis apa yang mau kita tulis dan rasakan. Kalau ditanya apa benang merahnya, justru benang merahnya ada sisi eksplorasi kita, dan berusaha jujur sama apa yang mau disampaikan. Selebihnya tinggal pendengar yang menilai, Portura grup musik seperti apa,” ucap Enrico.

Melalui FRAMES, Portura memperkenalkan identitas musikal yang tumbuh dari pertemuan karakter berbeda. Album ini juga memberi kesempatan kepada pendengar untuk mengenal perspektif para personel melalui musik dan lirik yang mereka hasilkan. (*)

Sumber: IG @podcastsomestory

Berita Terkait

MALIQ & D’Essentials Gelar Kabar Gembira Exhibition, Hadirkan Album Baru hingga Musikal Senja Teduh Pelita
4 Film Indonesia Terbaru Tayang 5 November 2026: Dari Horor Hingga Komedi
The People of the Sun Hadirkan Single Nikmati Perjalanan, Lagu Ceria untuk Temani Road Trip
Cassette Tape Rilis Slow It Down, Ajak Pendengar Menemukan Makna Hidup Lewat Cinta
Dendi Nata Rilis Single Semoga, Kisah Cinta Beda Keyakinan dalam Balutan Pop Melankolis
Film Menang untuk Kalah Tayang 29 Oktober 2026, Angkat Kisah Keluarga yang Terjerat Judi Online
Film People Pleaser: Si Paling Gak Enakan, Kisah Karina yang Sulit Memilih Diri Sendiri
Teddy Adhitya Rilis Single Pesona Rahasia, Bawa Nostalgia R&B Era 2000-an

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:54 WIB

Pemko Padang Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral, Dorong OPD Susun Kebijakan Berbasis Data

Kamis, 5 November 2026 - 14:46 WIB

Pemko Padang Petakan Kerja Sama Daerah hingga 2029, Pastikan Selaras dengan RPJMD

Kamis, 5 November 2026 - 08:05 WIB

Fadly Amran Temui Menteri PKP, Padang Butuh Rp30 Miliar untuk Infrastruktur Huntap

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Maigus Nasir: Padang Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Target Jadi Rujukan Nasional

Rabu, 4 November 2026 - 13:43 WIB

Wawako Maigus Nasir Apresiasi Masjid Rahmah Padang Santuni 24 Anak Yatim

Rabu, 4 November 2026 - 11:40 WIB

Pendaftaran Perlinsos Digital Padang Capai 128.857 KK, Bungus Teluk Kabung Raih Peringkat Pertama

Rabu, 4 November 2026 - 09:47 WIB

Bantuan Pangan Beras Diperpanjang hingga Desember 2026, 648.991 Keluarga di Sumbar Terima 19.469 Ton

Selasa, 3 November 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Padang Ajak MES Perkuat Ekonomi Syariah, Dukung Program Smart Surau

Berita Terbaru