Padang, Javanusa—Sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi mengalami hujan pada Senin, 21 September 2026.
BMKG Minangkabau memprakirakan perubahan cuaca mulai terjadi sejak siang dan dapat berlanjut hingga dini hari.
Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat, menyebut kondisi pagi masih relatif kondusif. Langit Sumatera Barat secara umum diprediksi cerah berawan hingga berawan.
“Pagi hari wilayah Sumatera Barat secara umum berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan,” kata Raafi.
Hujan Ringan Berpotensi Turun Siang hingga Sore
Perubahan cuaca mulai terlihat memasuki siang hingga sore. Awan tebal berpotensi menutupi sejumlah daerah dan memicu hujan ringan.
BMKG mencatat beberapa wilayah yang berpeluang mengalami hujan ringan pada periode tersebut. Daerah itu meliputi Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Solok Selatan.
Kondisi tersebut dapat meluas pada malam hari. Potensi hujan ringan juga muncul di Pariaman, Payakumbuh, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Dengan demikian, masyarakat perlu memperhatikan perubahan cuaca, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat
Selain hujan ringan, BMKG Minangkabau mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sejumlah kawasan.
Peringatan dini terutama berlaku untuk Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan wilayah sekitarnya.
“Waspada potensi hujan sedang – lebat di wilayah Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan dan sekitarnya,” ujar Raafi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi dalam waktu relatif cepat.
Suhu Sumbar Berkisar 18-31 Derajat Celsius
Selain prakiraan hujan, BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Barat berada pada rentang 18 hingga 31 derajat Celsius.
Kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni sekitar 65 hingga 98 persen. Sementara itu, angin bergerak dari tenggara menuju barat daya dengan kecepatan 4 hingga 26 kilometer per jam.
Masyarakat yang berada di wilayah peringatan dini perlu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum bepergian atau menjalankan aktivitas di luar ruangan. Informasi terbaru mengenai prakiraan dan peringatan cuaca dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. (*)






