Padang, Javanusa—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau merilis prakiraan cuaca Sumatera Barat untuk Minggu (30/8/2026).
Berdasarkan pembaruan kondisi atmosfer, sebagian wilayah Sumbar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sejak siang hari.
Pada pagi hari, cuaca di Sumatera Barat umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, kondisi tersebut diperkirakan berubah saat memasuki siang dan sore.
Hujan ringan berpeluang turun di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, Padang, Pasaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi melanda Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, serta Solok Selatan.
BMKG Ingatkan Warga di Wilayah Rawan
Prakirawan BMKG Minangkabau, Raafi Darojat, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di daerah rawan dampak cuaca ekstrem.
Masyarakat juga diminta terus mengikuti perkembangan informasi cuaca. Pembaruan diperlukan karena kondisi atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat.
Malam Hari Masih Berpeluang Hujan
Memasuki malam, sebagian besar wilayah Sumatera Barat diperkirakan berawan. Meski demikian, hujan ringan masih berpeluang terjadi di Pasaman, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Potensi hujan juga belum sepenuhnya berakhir pada dini hari. Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Pasaman diperkirakan masih berpeluang mengalami hujan ringan.
Suhu Udara Capai 33 Derajat Celsius
BMKG Minangkabau mencatat suhu udara di Sumatera Barat berada pada kisaran 18 hingga 33 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan udara diperkirakan berkisar antara 60 hingga 98 persen. Sementara angin bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya dengan kecepatan 4 hingga 30 kilometer per jam.
Dengan adanya potensi hujan sedang hingga lebat, masyarakat diimbau tetap waspada dan rutin memantau informasi resmi BMKG. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca serta potensi dampak yang dapat ditimbulkannya. (*)






