Javanusa.com—Prancis masih memiliki satu misi di Piala Dunia FIFA 2026. Setelah gagal melaju ke final, Les Bleus kini mengincar medali perunggu saat menghadapi Inggris di Miami.
Pertandingan itu juga akan menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis setelah hampir 14 tahun memimpin sejak 15 Agustus 2012.
Lebih dari 5.000 hari sejak debutnya, Deschamps akan mengakhiri pengabdiannya kepada tim nasional. Momen ini menandai berakhirnya salah satu era paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis.
Menjelang pertandingan, bek Ibrahima Konate menyampaikan apresiasi kepada pelatih yang telah membawa banyak prestasi bagi negaranya.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepadanya, stafnya, dan semua orang yang telah mendukungnya di sepanjang perjalanan panjangnya bersama tim nasional Prancis, karena ini telah menjadi sebuah jalan yang panjang. Ia telah membawa begitu banyak kegembiraan bagi masyarakat Prancis. Memang benar, ada juga beberapa kekecewaan di sepanjang perjalanan tersebut, tetapi kita tidak boleh melupakan semua kebahagiaan yang telah ia berikan kepada kita,” ujar Konate.
Bek tengah yang baru bergabung dengan Real Madrid itu menilai kontribusi Deschamps jauh lebih besar daripada berbagai hasil mengecewakan yang pernah dialami tim.
Les Bleus Bangkit Usai Gagal ke Final
Prancis sebenarnya berharap dapat mengantar Deschamps tampil di partai puncak. Namun, kekalahan 0-2 dari Spanyol pada semifinal membuat mereka harus puas bertanding memperebutkan posisi ketiga.
Meski demikian, Deschamps menegaskan anak asuhnya tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan penampilan terbaik.
“Kami memang tidak menuju ke pertandingan yang kami harapkan, tetapi kami masih memiliki satu laga untuk dimainkan dan tugas yang harus dituntaskan,” kata Deschamps.
Ia menambahkan, mengenakan seragam tim nasional berarti memberikan yang terbaik bagi negara dan para pendukung.
“Ketika Anda mengenakan jersey Prancis, ini bukan sekadar tentang apa yang Anda dapatkan, melainkan juga tentang apa yang Anda berikan sebagai balasan. Itulah standar yang saya tetapkan untuk diri saya sendiri, untuk staf saya, dan juga untuk para pemain. Kami memiliki tanggung jawab terhadap setiap penggemar Prancis yang telah mengikuti kami dan berbagi dalam setiap momen suka maupun duka,” ujarnya.
Apabila mampu mengalahkan Inggris, Prancis akan menutup turnamen sebagai penghuni tiga besar Piala Dunia untuk ketujuh kalinya.
Inggris Jadi Lawan Berat di Miami
Di sisi lain, Inggris juga datang dengan tekad bangkit setelah kalah dramatis 1-2 dari Argentina pada babak semifinal.
Konate menilai The Three Lions tetap menjadi salah satu tim terkuat di dunia. Pengalamannya selama lima musim bermain bersama Liverpool membuatnya memahami kualitas para pemain Inggris.
“Mereka adalah tim yang sangat bagus. Mereka bertarung layaknya singa saat melawan Argentina. Saya rasa Inggris adalah tim yang sangat padu dengan sejarah sepak bola yang kaya. Kami menantikan tantangan tersebut dan kami akan mengerahkan segalanya untuk meraih kemenangan,” ujarnya.
Deschamps juga memastikan dirinya bersama jajaran pelatih akan mempersiapkan tim sebaik mungkin.
“Sebagai pelatih kepala, bersama dengan staf saya, kami akan melakukan segalanya untuk menang. Saya berharap kami akan berhasil, tetapi hal yang paling penting adalah memberikan kemampuan terbaik kami,” pungkasnya.
Perpisahan Emosional Didier Deschamps
Meski enggan menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian, Deschamps mengakui pertandingan melawan Inggris akan menjadi penutup perjalanan panjangnya bersama Les Bleus.
“Tirai terakhir akan turun besok. Tentu saja saya akan merindukan tim ini. Saya mendapat kehormatan untuk memegang tampuk kepemimpinan selama 15 tahun serta mengalami pasang surut bersama-sama. Tim nasional Prancis, dan semua yang telah menjadi perwujudannya bagi saya secara profesional, adalah hal terindah yang pernah terjadi pada saya. Ini telah menjadi bagian dari hidup saya selama 25 tahun,” tuturnya.
Karier Deschamps sebagai pelatih Prancis dimulai dengan hasil imbang tanpa gol melawan Uruguay dalam laga persahabatan pada Agustus 2012.
Kini, ia berharap dapat menutup pengabdiannya dengan kemenangan atas Inggris sekaligus mempersembahkan medali perunggu bagi Prancis di Piala Dunia FIFA 2026. (*)






