Javanusa.com—Belanda dan Maroko akan saling berhadapan pada Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026 di Monterrey Stadium, Selasa (30/6/2026) pukul 08.00 WIB.
Kedua tim datang dengan performa meyakinkan sehingga pertandingan diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal.
Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar dan menghadapi Kanada di Houston pada 4 Juli 2026. Target tersebut membuat kedua tim dipastikan tampil agresif demi menjaga asa melangkah lebih jauh.
Belanda Berbekal Rekor Apik di Piala Dunia
Belanda melangkah ke fase gugur sebagai juara Grup F setelah mengoleksi hasil positif sepanjang penyisihan.
Tim asuhan Ronald Koeman mengawali perjalanan dengan hasil imbang melawan Jepang, kemudian mengalahkan Swedia dan Tunisia.
Selain tampil konsisten, Oranje juga membawa modal statistik yang mengesankan. Belanda belum pernah kalah dalam enam pertandingan melawan wakil Afrika di ajang Piala Dunia.
Rekor lainnya juga cukup mencolok. Belanda belum pernah menelan kekalahan pada waktu normal maupun babak tambahan sejak dikalahkan Spanyol di final Piala Dunia 2010.
Maroko Siap Lanjutkan Kejutan
Di sisi lain, Maroko lolos sebagai runner-up Grup C setelah bermain imbang melawan Brasil, lalu meraih kemenangan atas Skotlandia dan Haiti.
Atlas Lions datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat sejarah sebagai semifinalis Piala Dunia 2022 di Qatar. Kini mereka bertekad kembali menciptakan kejutan dengan menembus babak 16 besar edisi 2026.
Rekor Pertemuan Masih Milik Belanda
Belanda dan Maroko pertama kali bertemu di Piala Dunia pada fase grup edisi 1994. Saat itu, Oranje menang 2-1 melalui gol Dennis Bergkamp dan Bryan Roy.
Menariknya, Ronald Koeman yang kini menjadi pelatih Belanda tampil sebagai pemain dalam pertandingan tersebut.
Di luar Piala Dunia, Maroko membalas kekalahan itu lewat kemenangan 2-1 pada laga persahabatan tahun 1999. Pertemuan terakhir kedua negara berlangsung pada 2017 dan kembali dimenangkan Belanda dengan skor 2-1.
Dari skuad Belanda saat ini, Nathan Aké, Marten de Roon, dan Memphis Depay pernah tampil pada laga 2017. Sementara dari kubu Maroko, hanya Youssef En-Nesyri yang masih menjadi bagian tim.
Adu Filosofi Permainan
Belanda diperkirakan tetap mengandalkan penguasaan bola dengan Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders sebagai motor permainan di lini tengah. Sementara itu, Donyell Malen serta Cody Gakpo menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan lawan melalui kecepatan dan penyelesaian akhir.
Maroko memilih pendekatan berbeda. Pertahanan yang dikawal Achraf Hakimi dan Noussair Mazraoui menjadi kekuatan utama, sedangkan Brahim Diaz dan Azzedine Ounahi diharapkan mampu menghidupkan serangan. Kehadiran kiper Yassine Bounou juga memberi jaminan keamanan di bawah mistar.
Melihat kualitas kedua tim, pertandingan diprediksi berlangsung terbuka dengan intensitas tinggi. Belanda memang lebih diunggulkan berkat pengalaman serta catatan impresif di Piala Dunia. Namun, Maroko telah membuktikan dalam beberapa tahun terakhir bahwa mereka mampu bersaing dan menyulitkan tim-tim elite dunia.
Prediksi Susunan Pemain
Belanda (4-3-3):
Bart Verbruggen; Denzel Dumfries, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Micky van de Ven; Ryan Gravenberch, Frenkie de Jong, Tijjani Reijnders; Donyell Malen, Brian Brobbey, Cody Gakpo.
Maroko (4-2-3-1):
Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Mouhamadou Diop, Chadi Riad, Noussair Mazraoui; Neil El Aynaoui, Ayyoub Bouaddi; Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Ismael Saibari.






