Javanusa.com—Presiden Como, Mirwan Suwarso, memilih memberikan jatah tiketnya kepada suporter lansia agar mereka bisa menyaksikan langsung sejarah baru klub di Liga Champions.
Keputusan tersebut juga diikuti sejumlah anggota jajaran direksi Como. Lebih dari 40 tiket mereka alihkan kepada penggemar berusia 70 tahun ke atas yang telah lama mengikuti perjalanan klub.
Como akan menjamu RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini menjadi penampilan Eropa pertama Como sejak klub berdiri 119 tahun lalu.
Como Hadapi Leipzig dalam Laga Bersejarah
Como mendapatkan tiket ke Liga Champions setelah mengakhiri Serie A 2025-26 di posisi empat besar. Kesempatan tersebut langsung memicu antusiasme besar dari para pendukung.
Jumlah peminat ternyata jauh melebihi kapasitas kursi yang tersedia di Sinigaglia. Kondisi itu membuat sejumlah suporter setia, khususnya penggemar lanjut usia, tidak kebagian tiket.
BBC dan The Athletic melaporkan Mirwan Suwarso kemudian mengambil keputusan bersama beberapa petinggi klub. Mereka memilih menyerahkan kursi yang menjadi jatah klub kepada para suporter.
Suwarso menjelaskan keputusan tersebut melalui media sosial. Ia menyebut keterbatasan kapasitas stadion membuat Como tidak mampu memenuhi seluruh permintaan tiket.
“Mengingat berkurangnya kapasitas dan terbatasnya jumlah tiket yang ada, sayangnya kami tak dapat mengakomodasi semua orang yang ingin hadir,” tulis Suwarso di media sosialnya.
Ia bersama sejumlah petinggi klub kemudian sepakat tidak menggunakan kursi mereka untuk pertandingan melawan Leipzig.
“Namun, saya dan beberapa petinggi klub telah memutuskan untuk menyerahkan kursi kami untuk pertandingan ini,” katanya.
Tiket Diberikan kepada Fan yang Paling Lama Mendukung Como
Como memprioritaskan suporter yang telah mendampingi klub selama puluhan tahun. Kebijakan itu menyasar penggemar kelahiran 1950 atau sebelumnya.
Mereka merupakan suporter yang mengikuti perjalanan Como melewati berbagai divisi dan periode dalam sejarah klub.
“Kami ingin kursi-kursi tersebut dialokasikan bagi para fan yang telah menanti paling lama yaitu penggemar kelahiran tahun 1950 atau sebelumnya, yang telah setia mengikuti perjalanan Como melewati berbagai divisi dan era,” ujarnya.
Suwarso juga menilai pemberian tiket tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada generasi suporter yang telah lama mendukung Como.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk menyerahkan kursi kami kepada mereka,” tegasnya.
Salah satu penerima tiket ialah Mario Pozzetti. Suporter berusia 90 tahun itu tinggal di kawasan pinggiran kota dan akan mendapat fasilitas antar-jemput dari klub menuju stadion.
Ada pula Bruno Mandaglio yang berusia 78 tahun. Ia dikenal rutin datang ke Stadion Giuseppe Sinigaglia dengan mengendarai sepeda.
Performa Como Jelang Debut Liga Champions
Keputusan tersebut menambah warna pada persiapan Como menghadapi laga perdana Liga Champions. Terlebih, performa tim asuhan Cesc Fabregas juga menunjukkan tren positif pada awal musim.
Como telah memainkan tiga pertandingan Serie A. Hasilnya, mereka meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Tambahan tujuh poin menempatkan Como di posisi keempat klasemen sementara Serie A. Kini, perhatian klub beralih ke tantangan Eropa saat RB Leipzig datang ke Sinigaglia.
Pertandingan Como vs RB Leipzig akan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah klub yang baru pertama kali tampil di kompetisi Eropa setelah 119 tahun berdiri. (*)






