Nganjuk, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto optimistis terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai kekuatan baru mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Melalui KDKMP, Kepala Negara menilai desa mampu mengelola potensi dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.
Presiden menegaskan keyakinannya dalam sambutan peresmian operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/05/2026).
“Dengan koperasi ini saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi, dia akan punya kekuatan dia sendiri,” kata Presiden.
Masalah yang Dihadapi Petani
Presiden menyoroti persoalan utama petani yang berlangsung bertahun-tahun. Masalah itu meliputi akses pupuk, permodalan, dan distribusi hasil panen.
Kondisi tersebut membuat hasil pertanian sering tidak terserap pasar. Sebagian hasil panen bahkan rusak sebelum sampai ke konsumen.
“Banyak panen yang rusak, panen yang puso. Banyak petani dulu ngeluh ke saya, ‘Pak, saya punya mangga yang terhebat di dunia tapi tidak ada yang beli.’ Tidak ada yang masuk kampung dia, padahal kampung dia itu 5-6 kilo ke dalam,” ucap Presiden.
KDKMP sebagai Solusi Distribusi
Presiden menyebut KDKMP hadir sebagai solusi konkret bagi petani. Koperasi ini akan memiliki sarana distribusi sendiri untuk memperlancar penjualan hasil panen.
“Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pick up sendiri, dia tidak akan tergantung mana pun. Dia akan mengantar hasilnya panen dia ke tempat yang dia kehendaki, ke pasarnya yang dikehendaki,” lanjutnya.
Perluasan Layanan KDKMP
KDKMP tidak hanya menyediakan sembako dan pupuk bersubsidi bagi masyarakat desa. Koperasi ini juga berkembang menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat.
Layanan tersebut mencakup penyalur gas, kredit murah, dan distribusi bantuan pemerintah. Selain itu, KDKMP juga menghadirkan apotek dengan harga obat terjangkau.
“Obat yang kita tekan sehingga semurah-murahnya bisa dicapai oleh rakyat di seluruh Indonesia,” tutur Presiden.
Target Percepatan Pembangunan Koperasi
Presiden menegaskan pemerintah menargetkan percepatan pembangunan koperasi secara besar-besaran.
Setelah meresmikan seribu koperasi, pemerintah menargetkan puluhan ribu koperasi pada Agustus mendatang.
“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain,” ujar Presiden.
Penegasan Komitmen Pemerintah
Presiden menilai percepatan ini menunjukkan kemampuan pemerintah dalam melakukan terobosan besar. Ia menekankan pentingnya strategi, kerja sama, dan tekad kuat antar-institusi negara.
“Pemerintah Indonesia dengan lembaga-lembaganya, dengan institusi-institusinya, kalau punya kehendak, kalau punya strategi, kalau punya tekad, kalau punya kerja sama, kita mampu berbuat yang luar biasa,” tandasnya. (*/red)






