Presiden Prabowo Soroti Penanganan Bencana, Menteri Bahlil Laporkan Kendala Pemulihan Infrastruktur Energi

Penulis -

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12). (Foto: BPMI Setpres)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Pemulihan pasokan listrik serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah terdampak bencana masih menghadapi kendala serius akibat rusaknya infrastruktur dan terbatasnya akses transportasi.

Kondisi tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).

Bahlil melaporkan bahwa meski sebagian besar wilayah telah kembali teraliri listrik, sejumlah daerah belum dapat dipulihkan sepenuhnya karena faktor keselamatan dan kondisi lapangan yang masih berisiko.

Infrastruktur energi, khususnya jaringan kelistrikan serta distribusi BBM dan LPG, menjadi sektor yang paling terdampak akibat banjir, longsor, dan rusaknya akses jalan.

Mengawali sidang kabinet, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan pemulihan listrik di wilayah yang masih berbahaya. Ia menekankan keselamatan masyarakat dan petugas sebagai prioritas utama.

“Kabel yang melewati area yang masih tergenang sangat berbahaya. Jika dipaksakan menyambung listrik, itu bisa menimbulkan korban jiwa. PLN bekerja dalam kondisi yang sangat menantang,” ujar Prabowo.

Secara teknis, Bahlil memaparkan perkembangan pemulihan pasokan listrik di Aceh. Saat ini, kapasitas pembangkit di Banda Aceh mencapai sekitar 110 Mega Watt (MW), dengan rata-rata beban yang masuk berkisar 66 MW. Namun demikian, sebagian pasokan listrik masih bergantung pada penggunaan genset.

“Jaringan induk yang telah terpasang kini mencapai sekitar 80–90 persen. Dalam beberapa minggu ke depan diperkirakan seluruh sistem kembali normal. Jika itu tercapai, aliran listrik dari Arun dan Bireuen bisa masuk secara penuh,” jelas Bahlil.

Untuk transmisi antarpulau di wilayah Sumatra, Bahlil menyebutkan bahwa jaringan utama sudah saling terkoneksi. Kendati demikian, distribusi listrik ke desa-desa masih terkendala akibat kerusakan parah pada infrastruktur pendukung.

Baca Juga :  Eka Putra: Tenaga Honorer Tuntas Hingga 2025

Ia menambahkan, banyak ruas jalan yang tidak dapat dilalui, tiang listrik roboh, serta sejumlah desa masih terendam banjir. Menurutnya, memaksakan aliran listrik ke wilayah tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.

Selain kelistrikan, Bahlil juga melaporkan kondisi pasokan BBM dan LPG di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Sumatra Barat, situasi relatif lebih terkendali. Namun di Sumatra Utara, persoalan utama masih berkaitan dengan distribusi LPG akibat terganggunya akses jalan, sehingga dibutuhkan tambahan pasokan melalui jalur laut.

Sementara itu, kondisi di Aceh dinilai paling berat. Bahlil menyebutkan terdapat tiga kabupaten yang hingga kini hanya dapat dijangkau melalui jalur udara untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG.

“Di tiga kabupaten di Aceh diperlukan upaya luar biasa karena akses darat belum memungkinkan. Kami menyalurkan pasokan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat Hercules, memanfaatkan jalan tikus, serta pengiriman dengan rakit. Semua opsi yang bisa mempercepat distribusi kami lakukan,” ungkap Bahlil.

Progres Listrik Menyala

Tim ESDM Siaga Bencana melaporkan perkembangan pemulihan pasokan listrik hingga Senin, 15 Desember 2025, pukul 19.00 WIB. Secara nasional, tercatat sebanyak 1.789.566 pelanggan terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 1.591.271 pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik, sementara 198.296 pelanggan masih mengalami pemadaman.

Di Aceh, dari total 970.954 pelanggan terdampak, sebanyak 774.401 pelanggan telah kembali menyala. Dari 6.500 desa yang terdampak, 5.961 desa telah dialiri listrik, sementara 539 desa masih padam.

Kabupaten dengan desa padam terbanyak adalah Aceh Tengah (147 desa), disusul Bener Meriah (140 desa), Aceh Tamiang (99 desa), Gayo Lues (69 desa), dan Aceh Timur (41 desa). Selain itu, desa padam juga masih terdapat di Aceh Utara, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat.

Baca Juga :  Cuaca Sumbar 18 Juni 2026: Didominasi Berawan, Hujan Berpotensi Guyur 4 Wilayah

Di Sumatera Utara, dari 554.048 pelanggan terdampak, sebanyak 543.346 pelanggan telah kembali menyala. Pemulihan sempat mencakup seluruh kecamatan, namun hujan deras, longsor, dan jalan terputus menyebabkan tiga kabupaten kembali mengalami gangguan.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah, masih terdapat 5 desa dari total 215 desa yang padam. Di Tapanuli Utara, 4 desa dari 395 desa belum menyala, serta 1 desa dari 211 desa di Tapanuli Selatan masih mengalami pemadaman.

Sementara itu, di Sumatera Barat, banjir susulan kembali memengaruhi jaringan listrik. Dari 274.564 pelanggan terdampak, sebanyak 273.804 pelanggan telah kembali menyala. Tiga jorong kembali terendam banjir, yakni Jorong Lambeh dengan 145 pelanggan terdampak, Jorong Batu Busuak sebanyak 530 pelanggan, dan Jorong Labuah dengan 85 pelanggan.

Bentuk Satgas Rekonstruksi

Untuk mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana pembentukan satuan tugas (satgas) atau badan khusus rekonstruksi.

Badan tersebut akan difokuskan pada rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman, infrastruktur, serta fasilitas sosial di wilayah terdampak bencana, khususnya di tiga provinsi yang menjadi prioritas penanganan.

Presiden menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi, termasuk pengadaan lahan dan pendanaan.

“Jangan ada alasan soal pencarian lahan dan sebagainya. Sekarang waktunya bekerja keras. Anggaran APBN sudah kita siapkan. Anggaran ini berasal dari hasil penghematan atau efisiensi yang telah kita lakukan,” tegas Prabowo.

Selain itu, Presiden juga memastikan dukungan anggaran langsung kepada pemerintah daerah terdampak. Seluruh gubernur di wilayah terdampak akan menerima dana operasional taktis sebesar Rp 20 miliar, sementara bupati dan wali kota di 52 kabupaten/kota terdampak masing-masing menerima Rp 4 miliar.

“Dana ini sudah dikirimkan di luar anggaran pemulihan. Tiga hari setelah instruksi saya, uang tersebut sudah sampai ke seluruh kabupaten dan kota,” ujar Prabowo. (*/red)

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru