Padang Pariaman, Javanusa—Seorang pria bernama Afrianto (39) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kandang sapi miliknya di Korong Batang Kambaru, Nagari Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (30/8/2026).
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh istri korban, Nelpa Neli. Teriakan histerisnya kemudian menarik perhatian warga sekitar.
Tetangga korban, Moh. Ikhwan (52), datang setelah mendengar suara tersebut. Saat melihat ke arah kandang sapi, ia mendapati Afrianto sudah dalam kondisi tergantung.
Ikhwan kemudian melaporkan kejadian itu kepada Wali Korong setempat. Ia juga menghubungi dua personel Satbrimobda Polda Sumbar yang sedang bertugas dalam program ketahanan pangan di sekitar lokasi.
Polisi dan Tim Medis Datangi Lokasi
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Nan Sabaris AKP Mamat Mursalim bersama personel gabungan segera menuju tempat kejadian.
Petugas melakukan pengamanan lokasi sekaligus mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak. Tim Identifikasi Polres Padang Pariaman turut melakukan pemeriksaan di tempat kejadian.
Selain itu, tim medis Puskesmas Nan Sabaris yang dipimpin dr. Resna Marfinda melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
“Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Nan Sabaris, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga empat jam sebelum ditemukan. Pada leher korban ditemukan jejas jerat dan tanda-tanda mati lemas, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban,” ujar AKP Mamat Mursalim.
Polisi Amankan Sejumlah Barang dari TKP
Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Barang yang diamankan meliputi seutas tali nilon sepanjang delapan meter dan satu kursi plastik. Petugas juga menemukan dua unit telepon genggam serta sejumlah uang tunai.
Selain itu, polisi mengamankan sepasang sandal. Kunci rumah dan sepeda motor turut ditemukan di saku celana korban.
Korban Disebut Memiliki Riwayat Penyakit
Berdasarkan keterangan warga sekitar, Afrianto diketahui memiliki sejumlah riwayat penyakit. Ia disebut pernah mengalami gangguan asam lambung dan vertigo.
Korban juga dikabarkan menderita penyakit kulit kronis yang telah berlangsung cukup lama. Sekitar satu bulan sebelum kejadian, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah pemeriksaan selesai, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Keluarga juga menolak dilakukan autopsi lebih lanjut. Mereka telah menandatangani surat pernyataan penolakan sebelum jenazah diserahkan untuk disemayamkan. (*)






