Padang, Javanusa—Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika terpilih memimpin Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2031.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-VII APTISI Sumbar di Hall Universitas Fort De Kock, Bukittinggi, pada Sabtu (31/10/2026).
Kepemimpinan baru ini diharapkan memperkuat kolaborasi perguruan tinggi swasta (PTS) dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi. APTISI Sumbar juga menargetkan peningkatan mutu akademik, pengembangan riset, dan daya saing institusi.
Musprov ke-VII APTISI Sumatera Barat mengangkat tema “APTISI Sumbar Mendorong Transformasi Pendidikan Tinggi: Mewujudkan PTS Unggul Berbasis Riset, Inovasi, dan Kolaborasi Berdampak”.
Forum ini menjadi momentum bagi perguruan tinggi swasta (PTS) untuk mengevaluasi organisasi dan memperkuat sinergi antarlembaga. Para peserta juga merumuskan arah kebijakan serta program kerja guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Selain itu, APTISI mendorong peningkatan daya saing PTS dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
Sejumlah pejabat dan tokoh pendidikan menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Ir. Reti Wafda, MTP, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Dr. Afdalisma, S.H, M.Pd serta Wakil Bendahara APTISI Pusat, Dr. Evi Susanti, S.ST, Biomed.
Hadir pula Dewan Pembina APTISI Sumatera Barat, Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS, bersama jajaran pengurus organisasi. Ketua APTISI Sumatera Barat periode sebelumnya, Dr. Ir. Hendri Nofrianto, M.T, IPM, Ketua Panitia Pelaksana Musprov ke-VII, Riko.
Serta Rektor Universitas Fort De Kock, Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, S.Pd, Ns, M.Kes, selaku tuan rumah dan para pimpinan badan penyelenggara dan perguruan tinggi swasta se-Sumatera Barat.
Terpilihnya Diana Kartika membawa harapan baru bagi penguatan peran APTISI sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi PTS. Serta juga mampu mendorong perbaikan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan riset dan inovasi.
Fokus pada Riset, Inovasi, dan Kolaborasi
APTISI Sumatera Barat juga menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Perkembangan teknologi digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja menjadi sejumlah agenda penting.
Melalui kepemimpinan baru, organisasi bisa semakin aktif memfasilitasi program strategis yang menjawab kebutuhan tersebut.
Kolaborasi antar perguruan tinggi juga menjadi salah satu fokus pengembangan. Kerja sama dalam riset, inovasi, peningkatan mutu akademik, dan perluasan jejaring kemitraan akan semakin berkembang.
Bagi Universitas Bung Hatta, terpilihnya Diana Kartika menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi institusi dalam pengembangan pendidikan tinggi swasta di Sumatera Barat.
Dukung Pencapaian SDGs
Pelaksanaan Musprov ke-VII APTISI Sumatera Barat turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini berkaitan dengan SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui upaya peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi.
Selain itu, penguatan sinergi dan kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi sejalan dengan SDG 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui kepemimpinan periode 2026–2031, APTISI Sumatera Barat mampu memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. (*)






