Prosesi Maambiak Tanah, Mengawali Rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026

Penulis -

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi Maambiak Tanah mengawali rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026, Selasa (16/6/2026). (Foto: Diskominfo Pariaman)

Prosesi Maambiak Tanah mengawali rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026, Selasa (16/6/2026). (Foto: Diskominfo Pariaman)

Pariaman, Javanusa—Rangkaian budaya tahunan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 resmi dimulai melalui prosesi Maambiak Tanah yang digelar bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026).

Tradisi sakral ini menjadi penanda dimulainya seluruh tahapan pelaksanaan Tabuik yang setiap tahun menarik perhatian masyarakat dan wisatawan ke Kota Pariaman.

Prosesi Maambiak Tanah berlangsung di dua lokasi berbeda di Kecamatan Pariaman Tengah.

Kelompok Tabuik Subarang mengambil tanah dari aliran Sungai Batang Piaman di Desa Pauh Timur, sedangkan Tabuik Pasa melaksanakan prosesi serupa di aliran sungai kecil kawasan Kelurahan Alai Galombang.

Tradisi Mengambil Tanah dari Dasar Sungai

Maambiak Tanah merupakan ritual pengambilan tanah dari dasar sungai yang dilakukan dengan cara menyelam. Peserta prosesi harus masuk sepenuhnya ke dalam air sebelum mengambil segenggam tanah dari dasar sungai.

Tanah yang diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam belangga, dibungkus menggunakan kain putih, lalu ditempatkan di atas baki khusus. Setelah itu, tanah tersebut diarak menuju rumah tabuik masing-masing.

Arak-arakan berlangsung khidmat dengan iringan obor atau lentera yang dibawa anak-anak tabuik. Setibanya di rumah tabuik, tanah diletakkan di daraga yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari tahapan ritual berikutnya.

Pemko Pariaman Komitmen Lestarikan Tradisi Tabuik

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, yang hadir dalam prosesi tersebut mengatakan bahwa Maambiak Tanah menjadi tahapan awal dari seluruh rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026.

“Hari ini merupakan tahapan pertama dari prosesi Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026. Prosesi Maambiak Tanah yang dilaksanakan anak Tabuik Subarang di Desa Pauh Timur berjalan lancar, dan setelah salat Magrib dilanjutkan oleh anak Tabuik Pasa di Kelurahan Alai Galombang,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, tradisi Tabuik bukan sekadar agenda budaya, melainkan pesta rakyat yang setiap tahun menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat Kota Pariaman.

Baca Juga :  Coretax Jadi Andalan, Bupati dan Wabup Solsel Imbau Warga Lapor SPT Tahunan Tepat Waktu

“Budaya ini akan terus kita lestarikan secara turun-temurun dan tetap dijaga keasliannya,” katanya.

Masuk Kalender Event Nasional 2026

Lebih lanjut, Mulyadi menyebutkan bahwa Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman telah masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata.

Status tersebut diyakini akan meningkatkan daya tarik wisata Kota Pariaman sepanjang penyelenggaraan event budaya tersebut.

“Tahun 2026 Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman sudah masuk kalender event nasional yang diakui Kementerian Pariwisata. Kami optimistis kunjungan wisatawan tahun ini bisa mencapai 200 ribu orang. Melihat antusiasme masyarakat yang hadir, target tersebut insyaallah dapat tercapai,” tambahnya.

Filosofi Maambiak Tanah dan Tahapan Tabuik

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, menjelaskan bahwa Maambiak Tanah merupakan prosesi pembuka dalam tradisi Tabuik.

Menurutnya, ritual tersebut mengandung makna filosofis yang mendalam. Tanah melambangkan asal-usul manusia yang berasal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali ke tanah.

Selain itu, tanah yang diambil dari dasar sungai dipercaya melambangkan kesucian asal mula kehidupan manusia.

Ferialdi juga mengungkapkan bahwa setelah Maambiak Tanah, masih terdapat sejumlah tahapan lain dalam rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026.

Prosesi tersebut meliputi Manabang Batang Pisang, Maradai, Turun Panja, Maatam, Maarak Jari-Jari, Maarak Saroban, Tabuik Naik Pangkek, Hoyak Tabuik, hingga puncaknya Tabuik dibuang ke laut. (*/red)

Berita Terkait

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat
Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:27 WIB

PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terbaru