Padang, Javanusa—Pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Taban III di Palukahan, Kota Padang, resmi dimulai setelah penandatanganan kontrak empat paket pekerjaan yang berlangsung di Hotel Pangeran Beach, Selasa (23/6/2026).
Proyek senilai Rp239,3 miliar tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas layanan air bersih bagi masyarakat Kota Padang.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyaksikan langsung penandatanganan kontrak paket kegiatan SPAM Taban III.
Kegiatan itu juga dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda secara daring, Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Oscar RH Siagian, Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumbar Maria Doeni Isa, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang Malvi Hendri, Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal, penyedia jasa, serta undangan lainnya.
Penandatanganan kontrak tersebut menandai dimulainya seluruh pekerjaan SPAM Taban III. Sebanyak empat paket kegiatan akan dikerjakan oleh penyedia jasa dengan nilai kontrak yang berbeda-beda.
Mencakup IPA, Reservoir dan Jaringan Pipa 18 Kilometer
Pekerjaan strategis SPAM Taban III meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), pemasangan pipa transmisi, pembangunan reservoir, serta pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 18 kilometer.
Dari empat paket pekerjaan yang berjalan, tiga di antaranya merupakan paket konstruksi dan satu paket manajemen konstruksi.
Peningkatan IPA SPAM Taban III dikerjakan oleh Karya Mulia KSO. Sementara itu, pembangunan jaringan perpipaan untuk peningkatan IPA dilaksanakan oleh PT Cipta Crown Simbol dan PT Putra Masindo Utama.
Adapun pekerjaan manajemen konstruksi peningkatan IPA dipercayakan kepada PT Waseco Tirta WSO, PT Bemaco Rekapprima, dan PT Bina Lestari Lingkungan Sejahtera. Total nilai kontrak seluruh pekerjaan mencapai Rp239.318.046.250.
Diharapkan Rampung Juni 2027
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir berharap seluruh penyedia jasa dapat melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan dan jadwal yang telah ditetapkan.
“Kegiatan pembangunan (SPAM Taban III) ini menjadi sangat strategis dan penting, karena akan menjadi penyangga terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Gunung Pangilun,” kata Maigus.
Ia juga meminta seluruh kontraktor menjaga komitmen selama proses pengerjaan proyek berlangsung.
“Besar harapan kami kepada yang mendapat pekerjaan proyek ini untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Apabila komitmen pekerjaan dapat dilakukan dengan baik, tentu akan mendapatkan keduanya, yakni keberhasilan mengelola proyek serta menyangkut kebutuhan masyarakat akan air minum dapat terpenuhi,” ujarnya.
Direktur Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Oscar RH Siagian mengajak seluruh penyedia jasa menyelesaikan proyek multiyears tersebut tepat waktu pada Juni 2027.
“Kegiatan ini sangat diperlukan masyarakat, kita harapkan kualitasnya baik, dengan begitu kualitas layanan kepada masyarakat juga semakin baik,” ujar Oscar.
Ia menegaskan pihaknya akan melakukan pemantauan berkala terhadap progres pekerjaan setiap penyedia jasa.
“Kita akan pantau progress pengerjaan setiap penyedia jasa, pastikan tidak ada yang mangkrak,” katanya.
Selain ketepatan waktu, Oscar juga mengingatkan pentingnya pemenuhan aspek administrasi dan kualitas pekerjaan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan.
Kapasitas Air Bersih Akan Meningkat Dua Kali Lipat
Kepala BPBPK Sumbar Maria Doeni Isa meminta seluruh penyedia jasa memahami dan mematuhi isi kontrak yang telah ditandatangani.
Menurutnya, setiap ketentuan dalam kontrak harus dijalankan secara konsisten karena pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang tercantum dalam dokumen kontrak.
“Tidak ada permohonan eskalasi kenaikan harga barang, semua sesuai harga yang ditawarkan, tidak ada yang tidak bisa menyediakan,” tegas Maria.
Saat ini, sekitar 52 persen warga Kota Padang telah menikmati layanan air bersih. Perumda AM Kota Padang juga mencatat lebih dari 155 ribu pelanggan aktif.
Keberadaan SPAM Taban III diharapkan mampu memperkuat layanan air minum bagi masyarakat. Setelah proyek selesai, kapasitas produksi air diproyeksikan meningkat dari 200 liter per detik menjadi 400 liter per detik. Peningkatan tersebut akan memperkuat pasokan air bersih sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat Kota Padang yang terus bertambah. (*/red)






