Tanah Datar, Javanusa—PT Nindya Karya menyerahkan 28 unit Hunian Sementara (Huntara) Danantara kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk warga terdampak bencana.
Huntara ini dibangun untuk korban banjir bandang dan longsor yang terjadi pada November 2025. Serah terima dilakukan di Gedung Indojolito, Batusangkar, Jumat (6/2/2026).
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra. Kegiatan ini turut dihadiri unsur BPBD, OPD terkait, camat, wali nagari, serta perwakilan masyarakat penerima.
Syafriwal mengatakan pembangunan Huntara Danantara merupakan penugasan langsung melalui Danantara. Proyek ini untuk mempercepat penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Tanah Datar. Lokasi Huntara berada di kawasan Guguak Malalo.
Menurut dia, proses pembangunan berjalan cepat sesuai target. Tim menyelesaikan seluruh unit dalam waktu 12 hari kerja sejak penugasan dimulai pertengahan Januari 2026.
“Target kami memang 12 hari kerja. Sejak ditugaskan pada 15 Januari, hari ini sudah bisa kami serahterimakan ke Pemkab Tanah Datar,” kata Syafriwal.
Ia menambahkan, Huntara sudah dilengkapi fasilitas dasar agar bisa langsung ditempati. Pihaknya berharap unit tersebut dimanfaatkan optimal oleh masyarakat terdampak.
Huntara Sudah Siap Ditempati
Bupati Eka Putra menyebut telah meninjau langsung kondisi Huntara sebelum serah terima. Ia memastikan bangunan dalam kondisi baik dan sebagian sudah dilengkapi perabot dasar. Pemkab akan menambah fasilitas yang belum tersedia.
“Saya sudah lihat langsung, bangunannya bagus dan sudah ada perabotannya. Yang belum tersedia akan dilengkapi oleh Pemkab Tanah Datar,” ujar Eka Putra.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Danantara, dan PT Nindya Karya atas percepatan pembangunan Huntara. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak penting untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Huntara Jadi Hunian Sementara Sebelum Huntap
Eka Putra menegaskan Huntara hanya bersifat sementara sebelum pembangunan Hunian Tetap (Huntap) selesai. Huntap direncanakan dibangun pemerintah pusat untuk relokasi warga terdampak rusak berat. Pemda meminta warga bersabar selama masa transisi.
“Huntara ini solusi sementara sebelum Huntap selesai. Kami terus berkoordinasi agar pembangunan Huntap bisa segera direalisasikan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Pemkab Tanah Datar juga menyalurkan bantuan dasar. Bantuan meliputi tabung elpiji 3 kilogram, kompor gas, selimut, dan makanan siap saji.
Bupati juga meminta wali nagari dan warga menjaga kebersihan di sekitar lokasi Huntara. Ia menyoroti masih adanya tumpukan sampah di dekat area hunian sementara. Kondisi lingkungan dinilai berpengaruh pada kenyamanan dan kesehatan penghuni.
Ia meminta pembersihan segera dilakukan dan tidak ada lagi pembuangan sampah sembarangan. Langkah ini penting agar kawasan Huntara tetap layak huni.
Perwakilan warga penerima Huntara, Salma, mengaku terbantu dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pihak. Ia menyebut bantuan hunian sementara memberi rasa aman bagi korban bencana. Warga kini memiliki tempat tinggal sambil menunggu hunian tetap.
“Terima kasih kepada Bupati dan jajaran yang terus mendampingi kami. Kami merasa tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Salma.
Program Huntara Danantara di Tanah Datar menjadi bagian dari percepatan penanganan pascabencana. Pemerintah daerah menargetkan seluruh unit segera ditempati warga terdampak. (*/red)






