Bandung, Javanusa—Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat memimpin penanaman 12 ribu pohon di Kampung Papakmanggu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat pelestarian lingkungan sekaligus mengendalikan dampak perubahan iklim.
Penanaman pohon juga difokuskan pada rehabilitasi kawasan hulu yang memiliki fungsi penting bagi keseimbangan ekosistem.
Kolaborasi Jadi Kunci Pelestarian Lingkungan
Menteri Jumhur menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan hidup membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan.
“Tidak ada satu payung yang mampu menyatukan kita sebagai bangsa lintas agama, lintas generasi, dan lintas profesi, selain payung untuk memuliakan bumi dan menjaga lingkungan hidup. Hari ini kita bersatu menanam pohon sebagai bentuk pengabdian kepada Indonesia dan warisan bagi generasi mendatang,” ujar Jumhur.
Ia menilai kebutuhan rehabilitasi lahan di Indonesia masih sangat besar. Karena itu, gerakan penanaman pohon harus terus diperluas secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, penanaman pohon difokuskan pada area prioritas guna menjaga daya dukung lingkungan. Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan konservasi tanah dan air serta memitigasi potensi bencana ekologis.
Pemkab Bandung Dorong Gerakan Menanam Pohon
Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengatakan penanaman pohon menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan lingkungan di tengah tekanan pembangunan dan pertumbuhan penduduk.
Menurut Dadang, gerakan tersebut menunjukkan kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung.
“Gerakan penanaman pohon hari ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Bandung. Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa penyelesaian persoalan lingkungan harus dimulai dari hulu, salah satunya melalui rehabilitasi lahan dan gerakan menanam pohon secara masif,” jelasnya.
KLH/BPLH menegaskan gerakan penanaman pohon harus menjadi langkah nyata dan berkelanjutan dalam memulihkan ekosistem. Upaya tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan nasional.
Melalui kolaborasi lintas sektor, percepatan rehabilitasi lahan diharapkan dapat mendukung komitmen bersama menjaga masa depan lingkungan hidup Indonesia. (*/red)






