Padang Pariaman, Javanusa—Suasana ceria mewarnai Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, saat Polwan Polres Padang Pariaman mengajak anak-anak terdampak bencana bermain dan berinteraksi melalui kegiatan trauma healing, Selasa (1/9).
Kegiatan tersebut menyasar anak-anak yang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi. Polres Padang Pariaman menggelar trauma healing sebagai bentuk dukungan psikologis sekaligus memperingati Hari Jadi ke-78 Polwan.
Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari memimpin langsung kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 11.00 WIB itu. Bersama personel Polwan, ia mengajak anak-anak mengikuti sejumlah permainan dan aktivitas interaktif.
Pendekatan tersebut membuat suasana kegiatan lebih santai dan menyenangkan. Anak-anak pun dapat berinteraksi dengan para personel kepolisian tanpa suasana formal.
Bantu Anak Mengatasi Rasa Takut dan Cemas
Trauma healing menjadi salah satu upaya untuk membantu anak menghadapi dampak psikologis setelah bencana. Kegiatan ini juga bertujuan mengurangi rasa takut, kecemasan, serta trauma yang mungkin muncul setelah kejadian tersebut.
AKBP Riyana Purwasari mengatakan Polwan tidak hanya menjalankan fungsi kepolisian. Menurutnya, personel Polwan juga perlu hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan dalam situasi sulit.
Melalui pendekatan humanis, Polwan berupaya membantu anak-anak membangun kembali semangat dan kepercayaan diri. Kehadiran mereka juga diharapkan membuat anak merasa lebih aman dan nyaman.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri membantu proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat pascabencana,” ujar Riyana.
Perkuat Kedekatan Polisi dengan Masyarakat
Sejumlah pejabat Polres Padang Pariaman turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman AKP Nedra Wati, Kasat Lantas Iptu Atissa Dwi Putri, Kapolsek Lubuk Alung Iptu Kusnadi, dan Kasi Propam Iptu Eriksa Rano Saputra.
Jajaran Polwan Polres Padang Pariaman juga ikut terlibat sepanjang kegiatan berlangsung.
Dukungan datang dari pemerintah nagari dan tokoh masyarakat setempat. Wali Nagari Pasie Laweh, tokoh masyarakat, serta ninik mamak turut hadir mendampingi kegiatan.
Masyarakat menyambut positif perhatian kepolisian kepada warga terdampak bencana. Mereka menilai kehadiran Polwan memberikan manfaat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan setelah bencana.
Selain membantu pemulihan psikologis, kegiatan tersebut memperkuat hubungan kepolisian dengan masyarakat. Polres Padang Pariaman berharap pendekatan humanis dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Warga juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polres Padang Pariaman. Mereka berharap kegiatan serupa terus dilakukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)






