Padang, Javanusa—Gempa besar berkekuatan 8,8 SR mengguncang Kota Padang, Rabu (5/11/2025), pukul 10.00 WIB. Gempa yang berpusat di Kepulauan Mentawai ini memiliki kedalaman 12 kilometer.
Kejadian tersebut membuat warga panik dan bergerak cepat menuju lokasi yang lebih tinggi. Di saat yang sama, personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Padang di Lantai II Balai Kota, Aie Pacah, segera mengumpulkan informasi terkait gempa.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, langsung menghubungi Pusdalops melalui handy talky dari titik kumpul di depan rumah dinasnya. “Pusdalops, di sini Wali Kota Padang, mohon infokan update kejadian gempa barusan,” ujar Fadly.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang, Albana, menanggapi: “Lapor Bapak Wali Kota, dari info gempa real-time yang kami terima, terjadi gempa bumi berkekuatan 8,8 SR dengan lokasi 3.51 LS, 100.32 BT, sekitar 87 km tenggara Kepulauan Mentawai, kedalaman 12 km. Saat ini kami menunggu update peringatan dini dari BMKG. Mohon arahan, Pak.”
Wali Kota Fadly meminta Pusdalops terus memantau kondisi dan memberikan laporan setiap dua menit. Empat menit setelah itu, Pusdalops mengaktifkan sirene peringatan dini tsunami sesuai Perwako Nomor 63 Tahun 2021, serta melaporkan langkah tersebut kepada wali kota dan masyarakat.
“Izin Pak Wali Kota, sirene peringatan dini tsunami telah diaktifkan dan akan berlangsung selama satu menit. Mohon arahan selanjutnya,” kata Albana.
Wali Kota Fadly menegaskan, “Lanjutkan Pusdalops. Pantau terus dan update informasi terkini setiap dua menit.”
Meski gempa besar dan tsunami ini bukan kejadian nyata, aktivitas ini merupakan bagian dari Latihan Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami yang digelar Pemerintah Kota Padang. Kegiatan ini bertujuan membiasakan masyarakat agar siap siaga menghadapi bencana.
Latihan berlangsung di 55 kelurahan, khususnya di zona merah tsunami. Wali Kota Fadly memantau kegiatan di Hotel Santika, sedangkan Wakil Wali Kota Maigus Nasir memonitor di SMPN 25 Padang. (*/red)






