Putri Mahkota Swedia Kagumi Harmoni Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta

Penulis -

Jumat, 4 September 2026 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar, Kardinal Ignatius Suharyo, dan jajaran saat menerima kunjungan Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Désirée. (Foto: Kemenag/Rikie Andriyawan)

Menag Nasaruddin Umar, Kardinal Ignatius Suharyo, dan jajaran saat menerima kunjungan Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Désirée. (Foto: Kemenag/Rikie Andriyawan)

Jakarta, Javanusa—Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée mengagumi kerukunan yang tercermin dari kedekatan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Kunjungan itu memberinya kesempatan melihat langsung simbol toleransi Indonesia melalui Terowongan Silaturahim.

Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Désirée menyaksikan langsung harmoni kehidupan beragama di Indonesia saat mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Victoria terlebih dahulu melihat bagian dalam Masjid Istiqlal. Setelah itu, ia berjalan menuju Gereja Katedral melalui Terowongan Silaturahim yang menghubungkan kedua rumah ibadah tersebut.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kunjungan itu membuat Victoria terkesan dengan hubungan Istiqlal dan Katedral.

“Beliau sangat kagum. Inilah Indonesia. Mereka sangat tertarik melihat ada negara seperti ini, memiliki masjid terbesar dan gereja yang sangat cantik. Inilah simbol Indonesia, terutama saat berkunjung ke Terowongan Silaturahim tadi,” ujar Menag di Jakarta.

Menurut Nasaruddin, kerukunan tersebut tidak sebatas pada keberadaan terowongan penghubung. Kedua komunitas juga menunjukkan kebersamaan melalui pemanfaatan fasilitas.

Salah satunya terlihat dari penggunaan area parkir Masjid Istiqlal oleh jemaat Gereja Katedral.

“Putri Mahkota sangat kagum menyaksikan dua rumah ibadah yang dihubungkan oleh sebuah terowongan, serta keramahan dari kedua belah pihak. Ini adalah simbol toleransi yang luar biasa,” kata Menag.

Keunikan Masjid Istiqlal Menarik Perhatian Victoria

Dalam kunjungan ke Masjid Istiqlal, Victoria mendapat penjelasan mengenai sejumlah bagian ikonik masjid tersebut.

Kemegahan bangunan, kubah besar, hingga beduk yang menjadi penanda waktu salat menjadi bagian dari penjelasan yang diterimanya.

Nasaruddin juga menyampaikan kisah Frederich Silaban, arsitek Masjid Istiqlal yang beragama Kristen. Fakta tersebut menjadi salah satu hal menarik dalam pembahasan mengenai masjid terbesar di Indonesia itu.

Baca Juga :  Deretan Poin Penting Pidato Perdana Presiden Prabowo

Selain fungsi keagamaan, Istiqlal kini juga menjalankan berbagai aktivitas sosial. Fasilitas dan kegiatannya mencakup pendidikan, olahraga, pusat bisnis, layanan kesehatan, hingga penginapan.

“Kami jelaskan bahwa Masjid Istiqlal tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi memiliki banyak kegiatan lain: pendidikan, olahraga, business center, layanan rumah sakit gratis, penginapan, hingga sarapan gratis,” tutur Menag.

Istiqlal juga menggelar program Jumat Berkah setiap pekan. Melalui program tersebut, makanan gratis tersedia bagi ribuan jemaah dengan dukungan partisipasi masyarakat.

Suara Beduk dan Lonceng di Terowongan

Bagi Nasaruddin, pengalaman paling kuat dalam kunjungan tersebut muncul ketika Victoria berada di Terowongan Silaturahim.

Dari sisi Istiqlal, suara beduk terdengar. Pada saat yang sama, lonceng Gereja Katedral berbunyi dari arah seberang.

“Tadi di dalam terowongan, dari arah Istiqlal terdengar suara beduk, sedangkan dari arah Katedral terdengar suara lonceng gereja. Di tengah-tengah terowongan, bunyi beduk dan lonceng saling bersahutan. Ini fenomena yang tidak ada di tempat lain,” ungkapnya.

Peristiwa itu, menurut Menag, menggambarkan secara sederhana keberagaman dan toleransi yang berkembang di Indonesia.

Victoria Tertarik Simbol Budaya Indonesia di Katedral

Kesan serupa muncul ketika Victoria memasuki Gereja Katedral Jakarta. Kardinal Ignatius Suharyo menyebut Putri Mahkota tertarik pada Patung Bunda Maria yang menampilkan unsur budaya Indonesia.

Patung tersebut memperlihatkan proses inkulturasi yang kuat. Mahkotanya memuat peta Indonesia, sedangkan bros di bagian dada menampilkan Garuda Pancasila.

Busana patung juga menggunakan batik dan unsur pakaian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

“Rasa-rasanya beliau belum pernah melihat Patung Bunda Maria seperti itu, yang sangat diinkulturasikan dengan kebudayaan Indonesia,” ujar Kardinal.

Selain melihat simbol keagamaan dan budaya, Kardinal juga memperhatikan sikap Victoria ketika berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK

Ia menyebut Victoria menyapa dan memperhatikan foto anak-anak yang berada di lingkungan Katedral.

“Saya sudah 16 tahun di sini dan sering menerima tamu-tamu negara, tetapi baru kali ini saya melihat seorang Putri Mahkota menghadap dan menyapa foto anak-anak yang ada di sini. Ini menarik sekali. Artinya, beliau tidak menjaga jarak terhadap siapa pun, sangat manusiawi, dan sangat gembira dengan anak-anak,” tuturnya.

Membawa Misi Kemanusiaan ke Indonesia

Kardinal juga mengetahui rencana Victoria mengunjungi komunitas masyarakat di Lombok. Menurutnya, agenda tersebut memperlihatkan perhatian Putri Mahkota terhadap kehidupan masyarakat secara langsung.

“Bagi saya ini sangat menarik, betapa seorang Putri Mahkota memiliki hati untuk berkunjung ke tempat yang jauh. Hal ini sangat manusiawi, dan persis nilai kemanusiaan itulah yang mempersatukan kita,” katanya.

Victoria tidak hanya datang sebagai perwakilan Swedia. Ia juga menjalankan peran sebagai Duta UNDP yang membawa perhatian pada berbagai program kemanusiaan.

Dalam agenda tersebut, perwakilan Bappenas turut mendampingi pembahasan terkait program kerja sama Indonesia dan UNDP.

Istiqlal-Katedral Jadi Simbol Toleransi Indonesia

Nasaruddin menilai kunjungan Putri Mahkota Swedia kembali menunjukkan posisi Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Terowongan Silaturahim sebagai simbol kerukunan Indonesia di mata dunia.

Kawasan tersebut juga menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi tamu negara. Mereka dapat melihat langsung kedekatan kedua rumah ibadah sekaligus hubungan yang terjalin antara komunitasnya.

“Sejak Terowongan Silaturahim ini dibangun, hampir setiap kali ada tamu negara atau kepala negara yang berkunjung, setelah dari Istana Presiden, lokasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Terowongan ini telah menjadi ikon tersendiri bagi Indonesia,” ujar Menag.

Ia berharap harmoni antara Istiqlal dan Katedral terus dijaga. Menurutnya, nilai tersebut juga perlu diperkenalkan lebih luas sebagai salah satu wajah Indonesia di dunia internasional.

Baca Juga :  Menaker Yassierli: THR Harus Dibayar Penuh, Tak Boleh Dicicil

“Inilah indahnya Indonesia,” pungkas Menag. (*)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB