Radical Break !

Penulis -

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tommy TRD.

Tommy TRD.

Oleh : Tommy TRD 

Padang, Javanusa—Jika berkaca dari beberapa sejarah perjalanan panjang dan perubahan nasib bangsa-bangsa di dunia, maka bisa ditemukan satu persamaan yang sering terjadi sebelum perubahan besar.

Rocky Gerung mempopulerkannya dengan istilah radical break. Yaitu sebuah perubahan mendasar baik itu dalam aspek kebijakan, kelembagaan, personil, dan pemutusan pengaruh masa lalu dalam mayoritas aspek.

Dalam bentuk yang lebih soft, radical break sering disamakan dengan thinking out of the box. Namun radical break lebih kepada aksi perubahan mendasar, executable, 180 derajat, dan dalam waktu singkat.

Kembali ke sejarah perjalanan bangsa-bangsa di dunia. Radical break selalu terjadi sebelum perubahan nasib sebuah bangsa. Yang paling fenomenal tentu Cina. Bagaimana sebuah negara miskin, berpenduduk padat, pertanian lemah, terjebak dengan candu, menjadi negara maju, powerful, dengan ekonomi kuat, dan memiliki pengaruh geopolitik luas. Apa yang menyebabkan perubahan itu ?

Merdeka pada tahun 1949 di bawah kepemimpinan Mao Zedong yang “sangat komunis”, dan serba tersentral, radical break Cina terjadi pada tahun 1978 di era kepemimpinan Deng Xiaoping, dengan open door policy pada sektor investasi, Zona Ekonomi Khusus, Segmentasi Liberalisasi Ekonomi, dan Household Responsibility System pada sektor pertanian.

Salah satu yang paling menarik dari kepemimpinan Deng Xiaoping dalam melakukan radical break ini adalah keberhasilannya melakukan separasi atau pembatasan antara ideologi dan ekonomi negara.

Negara komunis yang sebelumnya dikenal dengan serba terpusat, tersentral dan garis komando yang kaku dari pusat hingga desa, dalam semua aspek bernegara, berubah menjadi lebih “fleksibel” di tangan Deng Xiaoping.

Cina dengan ideologi komunis yang begitu dekat dengan ekonomi sosialis, berubah menjadi hybrid. Dengan ideologi yang tetap komunis namun dengan ekonomi yang liberalis.

Baca Juga :  Merawat Jalan Kambang-Muaralabuh: Jalan Pintas Strategis Sumbar Saat Bencana

“Tidak masalah kucing hitam atau putih, selama bisa menangkap tikus itu kucing yang baik” ucap Deng Xiaoping menjelaskan pragmatisme kepemimpinan dan kebijakannya.

Menandakan keberhasilan radical break Deng Xiaoping, melebihi angka-angka di atas kertas, bahwa dasar kebijakannya telah menjadi blue print dan dilanjutkan berdekade sesudahnya oleh penggantinya, dari Jiang Zemin, Hu Jintao hingga Xi Jinping.

Dari Radical Break Deng Xiaoping di Cina, kita bisa melihat bahwa kemajuan suatu bangsa membutuhkan titik balik yang dianalisa dengan baik, pemimpin yang kompeten, kebijakan yang proporsional namun efektif, serta berorientasi jauh ke depan. Semua faktor itu menggaransi pertumbuhan yang terukur dan signifikan.

Konon Napoleon Bonaparte pernah mengatakan kepada salah seorang diplomat Inggris, “ketika Cina terbangun dunia akan bergetar”. Sayang sekali Napoleon tidak sempat membuktikan bagaimana perkataannya ratusan tahun yang lalu itu begitu tepat. (*)

Berita Terkait

Fauzi Bahar, Sang “Pamberang” yang Tampil sebagai Panglima di Tengah Gempa
Menanti Remaja Masjid Reborn
Menyiapkan Istithaah Manasik Haji Mandiri
Jaga Pesisir Selatan dari Rantau: Menguatkan Generasi Melalui Badan Diklat DPP PKPS
Tri Sukses Haji dan Ikhtiar yang Tidak Pernah Selesai
Kesuksesan Debut Kemenhaj 2026 dan Visi Baru Ekosistem Haji Indonesia
Foto AI dalam Jurnalistik: Pendukung Berita atau Ancaman Kebenaran?
Penerbangan Internasional Belitung Kembali Dibuka: Konektifitas Jadi Kunci Emas Pariwisata Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru