Pariaman, Padek—Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pariaman Afrizal Azhar memimpin rapat koordinasi (Rakor) bersama Kepala BBPOM di Padang Martin Suhendri dan kepala OPD, badan, serta camat di lingkungan Pemko Pariaman. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Balaikota Pariaman, Selasa siang (27/1/2026).
Rakor ini menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Kepala BBPOM di Padang pada 15 Januari 2026. Terdapat lima agenda utama yang dibahas, yakni penanaman pohon pasca banjir, PJAS, pasar pangan aman berbasis komunitas, program desa pangan aman, dan pengawasan pabukoan menjelang Bulan Ramadhan.
Penanaman 400 Ribu Pohon di Empat Kecamatan
Afrizal Azhar menyambut baik program penanaman 400 ribu pohon dari BPOM Pusat melalui BBPOM Padang. Pohon akan ditanam di empat kecamatan, termasuk hutan kota Sikapak Timur seluas 2,5 hektare.
“Lokasi ini akan dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga berbasis alam. Penanaman juga dilakukan di kawasan sungai terdampak banjir dan lokasi lain pada 30 Januari 2026. Kegiatan melibatkan kepala OPD dengan mengenakan pakaian adat,” jelas Afrizal.
Pemeriksaan Jajanan Anak Sekolah
Rakor juga membahas PJAS untuk memeriksa jajanan anak sekolah. Pemerintah kota akan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk mendata pedagang dan memastikan makanan tidak mengandung zat berbahaya.
Kegiatan PJAS dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari 2026. “Ini penting agar anak-anak sekolah dan masyarakat aman mengonsumsi jajanan,” tambah Afrizal.
Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas
Kota Pariaman berencana ikut serta lomba pasar pangan aman melalui Pasar Kuraitaji. Meskipun pasar kota sebelumnya juara pada 2021, kali ini Pasar Kuraitaji akan dibina dan dibenahi agar memenuhi standar lomba.
Program ini bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan di pasar dan mendukung ekonomi lokal.
Program Desa Pangan Aman
Program desa pangan aman melibatkan kerja sama BBPOM, instansi terkait, desa/kelurahan, dan kader masyarakat. Tujuannya meningkatkan kemandirian masyarakat desa dalam menjamin pangan aman hingga tingkat individu.
“Selain itu, program ini memperkuat ekonomi desa melalui sosialisasi dan pendidikan pangan aman,” ujar Afrizal.
Pengawasan Pabukoan Jelang Ramadhan
Menjelang Bulan Ramadhan, BBPOM bersama Pemkot Pariaman akan mengawasi dan memeriksa pabukoan yang dijual pedagang. Pemeriksaan fokus pada kandungan formalin, boraks, dan zat berbahaya lainnya.
Jika ditemukan zat berbahaya, pedagang akan dikenakan sanksi sosial agar perbuatan serupa tidak terulang.
Kepala BBPOM Padang Martin Suhendri menekankan pentingnya pengawasan pangan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
“Pengujian pangan jajanan penting agar masyarakat terhindar dari zat berbahaya. Konsumen juga harus cerdas dalam berbelanja untuk menjaga kesehatan,” jelasnya. (*/red)






