Jakarta, Javanusa—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin rakor lintas sektor dan menekankan empat faktor utama untuk kelancaran angkutan Lebaran.
Keempat faktor tersebut adalah:
-
- Keselamatan dan keamanan – prioritas utama untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan gangguan keamanan melalui langkah antisipatif.
- Perhatian terhadap hal detail – setiap tahapan persiapan harus diperhatikan, termasuk hal-hal kecil yang sering terlewat.
- Sinergi dan kolaborasi – koordinasi antar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan menjadi kunci kelancaran.
- Kewaspadaan terhadap ketidakpastian – cuaca ekstrem, bencana alam, dan potensi gangguan lain harus selalu diantisipasi.
Sejak awal Februari 2026, Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga, termasuk Kemenkopolkam, Kemenko PMK, KemenPANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, serta TNI dan Polri.
Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Yogyakarta. Hasil koordinasi mencakup:
-
- Stimulus diskon tarif transportasi.
- Penerapan flexible working arrangement (FWA).
- Pengaturan operasional angkutan barang.
- Pemanfaatan masjid sebagai rest area.
- Penguatan keamanan dan mitigasi titik rawan seperti perlintasan sebidang, pasar tumpah, dan lokasi wisata.
Menhub Dudy juga menekankan antisipasi kemacetan, khususnya di jalur arteri dan lokasi pasar tumpah:
-
- Banten: 4 lokasi
- Jawa Barat: 25 lokasi
- Jawa Tengah: 12 lokasi
- Yogyakarta: 6 lokasi
- Jawa Timur: 9 lokasi
Selain itu, peningkatan arus lalu lintas di kawasan wisata diperkirakan meningkat signifikan setelah Hari Raya Lebaran. Oleh karena itu, diperlukan manajemen arus terpadu untuk kelancaran perjalanan.
Rakor ini dihadiri Wakil Menhub Suntana, pejabat tinggi Kemenhub, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, serta pimpinan lembaga non-kementerian dan BUMN terkait transportasi.
Menhub Dudy berharap, dengan penerapan keempat faktor ini, target zero accident dan zero fatality pada angkutan Lebaran 2026 dapat tercapai. (*/red)






