Padang, Javanusa—Ramadan Halal Fest 2026 di Masjid Al-Hakim Padang resmi dibuka Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Jumat (20/2/2026).
Festival ini menghadirkan 50 booth UMKM halal dan ditargetkan menyedot hingga 1.000 pengunjung per hari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program RAMAH (Ramadan di Masjid Al-Hakim) 1447 Hijriah. Panitia memusatkan seluruh rangkaian acara di kawasan Pantai Padang.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan masjid harus menjadi pusat halal lifestyle. Ia menyebut fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga penguatan ekonomi umat.
“Kegiatan ini bertujuan menjadikan masjid sebagai pusat halal lifestyle, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat penguatan ekonomi umat,” kata Mahyeldi saat membuka acara di Masjid Al-Hakim.
Menurut dia, Ramadan Halal Fest merupakan kolaborasi strategis antara pengurus masjid, Bank Indonesia, dan Bank Nagari. Sinergi itu diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera Barat.
Mahyeldi juga menilai Pasar Pabukoan bukan sekadar transaksi makanan berbuka. Ia menyebut kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi masyarakat kecil.
50 UMKM Bersertifikat Halal
Tahun ini, panitia menghadirkan 50 booth UMKM unggulan bersertifikat halal. Produk yang ditawarkan mulai dari kuliner berbuka puasa hingga produk kriya lokal.
Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kota Padang, Muhammad Sobri, menjelaskan kegiatan RAMAH berlangsung selama 25 hari. “Kegiatan ini dilaksanakan mulai 20 Februari hingga 17 Maret 2026 dan dipusatkan di halaman Masjid Al-Hakim, kawasan Pantai Padang,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep RAMAH mengintegrasikan ibadah, sosial, dan ekonomi. Rangkaian acara meliputi salat tarawih, kajian subuh, buka puasa bersama, i’tikaf, hingga talkshow bisnis syariah.
Target 1.000 Pengunjung per Hari
Ketua Harian Pengurus Masjid Al-Hakim, Muamar, menargetkan 500 hingga 1.000 pengunjung setiap hari. Panitia menyiapkan area palanta sebagai lokasi ngabuburit dengan panorama matahari terbenam Pantai Padang.
Selain bazar UMKM, panitia menghadirkan lomba nasyid, hadrah, da’i cilik, dan edukasi keuangan syariah. Tahun ini, konsep ramah lingkungan juga diperkuat dengan menghadirkan sektor otomotif listrik.
Mahyeldi mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan transaksi halal dan digital. Ia juga mendorong masyarakat berbagi melalui paket Lebaran bagi warga yang membutuhkan.
“Kami berharap sinergi ini membantu menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan inflasi selama Ramadan,” ujarnya.
Dengan konsep religi, ekonomi, dan wisata pantai yang terintegrasi, Ramadan Halal Fest 2026 diharapkan menjadi destinasi wisata religi baru di Kota Padang selama bulan suci. (*/adpsb)






