Padang, Javanusa—SDN 31 Jati Tanah Tinggi unjuk kreativitas dalam pertunjukan seni yang digelar di kawasan Pujasera Pantai Padang, Sabtu malam (14/6/2025).
Puluhan murid menampilkan seni randai yang mengangkat cerita rakyat Minangkabau berjudul Bujang Pamenan jo Puti Sikarang Manih.
Cerita yang mereka pentaskan berkisah tentang perjuangan seorang anak yatim piatu yang dititipkan kepada keluarganya.
Dalam cerita tersebut, sang kakak hendak merantau dan menitipkan anaknya kepada mamaknya.
Namun, anak dari si mamak justru meremehkan keponakan dari pihak ayahnya itu hingga akhirnya mengusirnya dari rumah.
Kepala SDN 31 Jati Tanah Tinggi, Ratna Yuriati, menyebutkan randai telah menjadi ekstrakurikuler unggulan di sekolah tersebut.
Kegiatan ini telah berjalan selama satu tahun dan berhasil melahirkan dua naskah pertunjukan.
“Kami mulai latihan sejak tiga bulan lalu. Anak-anak menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Target kami, ke depan setiap semester ada satu naskah randai yang dipentaskan,” jelasnya.
Sebanyak 36 murid dari kelas III hingga kelas V turut serta dalam pertunjukan tersebut.
Dengan penuh semangat, para murid menampilkan gerakan, dialog, dan lagu yang khas dari seni randai Minangkabau.
Pentas Budaya Jadi Sarana Pembentukan Karakter
Ratna menegaskan seni randai tak hanya mengajarkan nilai budaya, tetapi juga membentuk karakter siswa melalui kerja sama tim, keberanian tampil, dan disiplin latihan.
Ia berharap kegiatan ini terus berkembang hingga bisa membawa siswa tampil di ajang nasional maupun internasional.
“Randai adalah identitas budaya kita. Anak-anak perlu tahu, memahami, dan mencintainya sejak dini,” tambah Ratna.
Pengalaman Berharga bagi Siswa
Mazaya, salah satu murid yang terlibat, mengaku senang bisa ikut tampil. “Awalnya cemas, tapi lama-lama jadi semangat karena bisa tampil di depan banyak orang. Ini penampilan ketiga saya,” ungkapnya dengan antusias.
Penampilan SDN 31 Jati Tanah Tinggi ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan menjadi bukti seni tradisional tetap hidup melalui pendidikan di sekolah dasar. (*/red)






