Pessel, Javanusa—Ratusan warga di Kecamatan Bayang Utara terpaksa meninggalkan permukiman mereka setelah kawasan tersebut ditetapkan sebagai zona berbahaya akibat banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa nagari.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) bergerak cepat menyiapkan relokasi demi menghindarkan warga dari ancaman bencana susulan.
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, mengatakan terdapat puluhan kepala keluarga dengan ratusan jiwa yang harus dipindahkan karena rumah mereka berada di lokasi yang tidak lagi aman dihuni.
Relokasi menjadi langkah prioritas mengingat kondisi tanah dan struktur bangunan yang terus memburuk.
Di Nagari Limau Gadang, retakan besar muncul di sejumlah titik permukiman. Beberapa rumah mengalami keretakan parah dan berada dalam kondisi terancam runtuh. Tanah yang semakin labil membuat wilayah ini dimasukkan ke dalam zona merah longsor.
Sementara itu, Nagari Pancuang Taba mengalami kerusakan lebih berat. Banjir bandang menghancurkan rumah-rumah warga; sebagian terseret arus, sebagian lagi roboh dan tidak lagi layak ditempati. Banyak bangunan dilaporkan hilang atau rusak total.
Plt Camat Bayang Utara, Darmadi, menyebutkan pendataan sementara menemukan 23 rumah terdampak di Pancuang Taba dan 10 rumah di Limau Gadang. Ia menegaskan jumlah tersebut kemungkinan bertambah karena petugas masih melakukan verifikasi lapangan.
“Siang ini, Kamis (11/12/2025), warga akan kita evakuasi ke UDKP dan rumah dinas camat. Ini langkah darurat untuk menjauhkan mereka dari risiko longsor dan banjir susulan,” ujar Darmadi.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Pessel menyiapkan lokasi relokasi di Nagari Pulut-Pulut yang dinilai lebih aman dan sesuai untuk pembangunan hunian baru.
Rencana relokasi ini telah mendapatkan rekomendasi dari BNPB serta dukungan dari Kementerian Perumahan dan Permukiman Rakyat, termasuk pembiayaan pembangunan unit rumah bagi warga terdampak.
Wabup Risnaldi memastikan pemerintah daerah akan mengawal seluruh proses pemulihan, mulai dari evakuasi, pendataan kerusakan, hingga pembangunan hunian permanen.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Pemerintah memastikan warga tinggal di tempat aman dan layak tanpa lagi dihantui risiko bencana,” ujarnya.
Pemkab Pessel menegaskan seluruh warga yang berada di zona rawan akan mendapatkan penanganan maksimal hingga situasi kembali stabil dan hunian baru siap ditempati. (sus)






