Realisasi Anggaran MBG 2026 Capai Rp139,77 Triliun, BGN Masih Punya Rp79 Triliun

Penulis -

Jumat, 18 September 2026 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan BGN beserta jajaran dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Pimpinan BGN beserta jajaran dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026.

Angka tersebut setara 63,89 persen dari pagu MBG sebesar Rp218,77 triliun. Dengan demikian, masih tersedia sekitar Rp79 triliun untuk mendukung penyaluran program hingga akhir 2026.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan capaian tersebut berjalan bersamaan dengan pembenahan tata kelola MBG. Pemerintah juga terus menajamkan sasaran penerima manfaat dan memperkuat kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Realisasi anggaran Program MBG sampai 16 September 2026 telah mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari pagu Rp218,77 triliun. Pada saat yang sama, kami terus melakukan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran dan kualitas layanannya tetap terjaga,” ujar Mas Dar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (17/9).

Pagu Anggaran BGN Setelah Penajaman

Anggaran MBG menjadi bagian dari pagu BGN 2026 yang telah melalui proses penajaman belanja. Sebelumnya, BGN memiliki total pagu Rp268 triliun.

Pagu awal tersebut mencakup Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp255,83 triliun dan Dukungan Manajemen Rp12,17 triliun.

Setelah penajaman, total pagu BGN turun menjadi Rp229,75 triliun. Alokasinya terdiri dari Rp221,30 triliun untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional dan Rp8,45 triliun untuk Dukungan Manajemen.

Dari anggaran Program Pemenuhan Gizi Nasional, Rp218,77 triliun atau 98,86 persen digunakan untuk MBG. Sementara itu, Rp2,53 triliun atau 1,14 persen mendukung kegiatan teknis non-MBG di bidang pemenuhan gizi.

Untuk Dukungan Manajemen, BGN mengalokasikan Rp8,45 triliun. Dana tersebut mencakup gaji dan tunjangan Rp7,19 triliun, operasional serta pemeliharaan kantor Rp494,48 miliar, dan dukungan manajemen non-operasional Rp762,86 miliar.

Baca Juga :  PT Putra Perkasa Abadi Buka Lowongan, Posisi PIT Control Group Leader  
Realisasi Anggaran BGN Capai 63,83 Persen

Secara keseluruhan, BGN telah merealisasikan Rp143,04 triliun hingga 16 September 2026. Nilai tersebut mencapai 63,83 persen dari total pagu Rp229,75 triliun.

Realisasi Program Pemenuhan Gizi Nasional mencapai 63,89 persen. Sementara itu, Dukungan Manajemen mencatat realisasi sebesar 60,71 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis belanja, realisasi Belanja Pegawai mencapai 64,33 persen. Belanja Barang berada di level 63,82 persen, sedangkan Belanja Modal mencapai 71,03 persen.

Berdasarkan fungsi anggaran, realisasi Fungsi Ekonomi mencapai 61,28 persen. Fungsi Kesehatan mencapai 65,80 persen dan Fungsi Pendidikan sebesar 63,68 persen.

MBG Sudah Menjangkau 56,99 Juta Penerima

Dari sisi penerima manfaat, program MBG telah menjangkau 56,99 juta orang berdasarkan data per 31 Agustus 2026.

Jumlah tersebut setara 76,45 persen dari target 74,56 juta penerima manfaat. Artinya, masih terdapat selisih sekitar 17,56 juta penerima dari target yang ditetapkan.

BGN menjelaskan bahwa data anggaran dan penerima manfaat memiliki tanggal cut-off berbeda. Perbedaan tersebut berkaitan dengan penyelarasan siklus sinkronisasi bulanan data penerima manfaat.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga akurasi sekaligus akuntabilitas dalam penyajian data pelaksanaan MBG.

BGN Lakukan Refocusing Penerima MBG

Sudaryono menegaskan angka penerima manfaat tersebut masih bersifat sementara. BGN masih melakukan pembenahan tata kelola, termasuk melalui refocusing sasaran program.

Sebanyak 1.653 satuan pendidikan telah dikeluarkan dari daftar penerima MBG. BGN selanjutnya mengarahkan layanan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

Prioritas juga mencakup wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, BGN memperhatikan daerah dengan kebutuhan intervensi gizi yang lebih tinggi.

“Refocusing ini kami lakukan agar program semakin tepat sasaran. Jadi, selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti. Ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran, aman, akuntabel, dan berkelanjutan. Setelah kesiapan layanan terpenuhi, perluasan penerima manfaat akan terus kami lakukan secara bertahap,” kata Mas Dar.

Baca Juga :  Hujan Deras Ganggu Distribusi Air Bersih di Padang, Sejumlah Intake Terdampak
Sisa Rp79 Triliun untuk Penyaluran MBG

Melalui mekanisme Bantuan Pemerintah (Banper), pagu awal penyaluran MBG mencapai Rp248,29 triliun. BGN kemudian melakukan penajaman belanja sebesar Rp29,51 triliun.

Setelah penajaman, pagu tersedia untuk MBG menjadi Rp218,77 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp139,77 triliun telah terealisasi hingga 16 September 2026.

Dengan realisasi tersebut, BGN masih memiliki sekitar Rp79 triliun untuk mendukung penyaluran MBG hingga akhir tahun.

BGN menyatakan pelaksanaan anggaran akan terus diarahkan sesuai target kinerja. Pemerintah juga menempatkan ketepatan sasaran, kesiapan layanan, kualitas, keamanan, dan akuntabilitas sebagai bagian penting dalam perluasan program. (*)

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru