Rehabilitasi Lahan Pertanian Rusak di Sumbar Tuntas, Pemprov Fokus Tangani Sawah Hilang dan Rusak Berat

Penulis -

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah saat kegiatan tanam padi serentak di lahan sawah terdampak bencana di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (13/5/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah saat kegiatan tanam padi serentak di lahan sawah terdampak bencana di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (13/5/2026). (Foto: ADPSB)

Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menuntaskan rehabilitasi lahan pertanian kategori rusak ringan dan sedang akibat bencana hidrometeorologi.

Setelah tahap tersebut selesai, pemerintah daerah mulai memfokuskan penanganan pada lahan rusak berat dan sawah yang hilang akibat banjir dan longsor.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan hal itu saat mengikuti kegiatan tanam padi serentak di lahan sawah terdampak bencana di Korong Tanah Taban, Nagari Pasie Laweh Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (13/5/2026).

“Alhamdulillah, sesuai arahan Pak Menteri, proses rehabilitasi lahan terdampak bencana kategori rusak ringan dan sedang, berhasil kita percepat dan tuntaskan. Hari ini adalah penanaman terakhir, artinya progres kita sudah 100 persen,” ungkap Mahyeldi.

Rehabilitasi Lahan Capai 100 Persen

Mahyeldi menjelaskan, keberhasilan rehabilitasi lahan pertanian rusak di Sumbar tidak terlepas dari dukungan Kementerian Pertanian, Balai Wilayah Sungai Sumatera V, serta pemerintah kabupaten dan kota terdampak bencana.

Total anggaran rehabilitasi lahan rusak ringan dan sedang yang dikucurkan Kementerian Pertanian mencapai Rp32,9 miliar.

“Komitmen Pak Menteri dan seluruh jajaran luar biasa. Keberhasilan ini tidak lepas dari keseriusan beliau, mulai dari penyiapan anggaran hingga pengawasan langsung ke lapangan. Tahapan berikutnya, untuk kategori rusak berat dan hilang semoga bisa cepat juga, itu sedang kita koordinasikan,” ujarnya.

Pemprov Antisipasi Ancaman El Nino

Selain menuntaskan rehabilitasi lahan, Mahyeldi juga mengingatkan ancaman musim kering dan dampak El Nino yang diperkirakan mulai terasa pada akhir Juni hingga Juli mendatang.

Menurutnya, percepatan masa tanam menjadi langkah penting agar produksi pangan tetap terjaga dan panen tidak terganggu.

“Kemarin Pak Sekjen menekankan kepada kami agar segera melakukan pemetaan dan langkah antisipasi menghadapi musim kering atau El Nino. Penanaman harus dipercepat supaya panen tidak terganggu dan stok pangan tetap aman,” katanya.

Baca Juga :  KAN Luki Siap Berlomba di Tingkat Provinsi Sumbar
Ribuan Hektare Sawah Rusak Berat dan Hilang

Mahyeldi menyebut tantangan terbesar saat ini berada pada penanganan lahan rusak berat dan sawah yang hilang akibat bencana hidrometeorologi.

Menurutnya, terdapat sekitar 7.000 hektare lahan terdampak berat di Sumbar. Dari jumlah itu, lebih dari 4.000 hektare lahan hilang karena berubah menjadi aliran sungai atau tersapu longsor.

“Sebahagian dari lahan yang hilang itu, sekarang berubah menjadi sungai, ada juga yang benar-benar tergerus akibat longsor. Karena itu, penanganannya perlu melibatkan lintas kementerian, tidak bisa hanya Kementerian Pertanian, tapi juga perlu melibatkan Kementerian PU dan kementerian lain. Inilah yang menjadi tantangan kita saat ini,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan seluruh data kerugian serta rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana telah dimasukkan ke dalam dokumen R3P atau Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Dokumen tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu kepastian teknis penanganan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita sudah gerakkan semua simpul, mulai dari kabupaten, provinsi sampai kementerian. Tinggal sekarang kepastian anggaran. Mudah-mudahan Mei ini sudah mulai terlihat titik terang,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengingatkan potensi banjir dan longsor masih mengancam sejumlah wilayah di Sumbar karena curah hujan masih tinggi.

“Di Agam kemarin masih terjadi longsor, jalan putus dan area pertanian terganggu. Karena itu kita harus bergerak cepat sekaligus meminimalisir risiko banjir dan longsor berikutnya,” katanya.

Sumbar Dinilai Jadi Provinsi Terbaik

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian RI, Tedy Dirhamsyah mengapresiasi percepatan pemulihan lahan pertanian di Sumbar.

Menurutnya, Sumbar menjadi provinsi dengan progres rehabilitasi terbaik dibanding daerah terdampak lainnya seperti Aceh dan Sumatera Utara.

Baca Juga :  WTP ke-14 Berturut-turut, DPRD Sumbar Ingatkan Pengelolaan APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat

“Total lahan rusak ringan dan sedang di Sumbar mencapai 3.902 hektare dan progresnya luar biasa. Secara nasional rata-rata baru sekitar 14 persen, tapi Sumbar sudah memenuhi target Pak Menteri. Ini juara satu,” kata Tedy.

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah program antisipasi kekeringan, mulai dari irigasi perpompaan hingga pembangunan sumur dalam untuk menghadapi El Nino.

“Kami siap memfasilitasi. Silakan segera diusulkan. Ada program irigasi perpompaan, sumur air dalam dan lainnya yang telah disiapkan kementerian untuk menghadapi musim kemarau,” ujarnya.

Menurut Tedy, capaian Sumbar tidak hanya terlihat dari percepatan tanam, tetapi juga dari hasil panen dan ekspor produk pertanian.

“Kemarin di Solok kami lihat sudah panen dan hasilnya diekspor. Jadi Sumbar bukan hanya tanam, tapi juga sudah panen. Ini yang menjadi perhatian Kementerian Pertanian,” katanya.

Padang Pariaman Alami Kerusakan Pertanian Serius

Di sisi lain, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis mengungkapkan banjir dan longsor memberi dampak besar terhadap sektor pertanian di daerahnya.

Ia menyebut total lahan sawah terdampak di Padang Pariaman mencapai 1.263,4 hektare. Angka itu terdiri dari 446 hektare rusak ringan, 238,25 hektare rusak sedang, 450,7 hektare rusak berat, dan 100,5 hektare sawah hilang akibat terbawa arus sungai.

Selain itu, lahan jagung terdampak mencapai 570,35 hektare, dengan rincian 382,6 hektare rusak ringan, 71 hektare rusak sedang, 112,5 hektare rusak berat, dan 4,3 hektare lahan hilang.

“Untuk sawah rusak ringan seluruhnya sudah tertangani 100 persen sedangkan untuk lahan sawah yang rusak berat dan hilang sampai sekarang belum ada alokasi bantuan dari Kementerian Pertanian. Begitu juga lahan jagung yang terdampak. Kita berharap ini bisa segera,” kata John Kenedy Azis. (*/red)

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Terima Bantuan Rp4,56 Miliar dari Batam untuk Korban Bencana di Sumbar

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru