Rehabilitasi Sawah di Sumbar Dinilai Lambat, Mentan Ultimatum Satu Bulan Tuntas

Penulis -

Rabu, 15 April 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi rehabilitasi sawah terdampak bencana di Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/4/2026). (Foto: Kementan)

Mentan Andi Amran Sulaiman meninjau lokasi rehabilitasi sawah terdampak bencana di Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/4/2026). (Foto: Kementan)

Padang Pariaman, Javanusa—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai proses rehabilitasi sawah terdampak bencana di Sumatera Barat berjalan lambat, meski anggaran telah tersedia sejak awal 2026.

Penilaian ini disampaikan saat meninjau lokasi di Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (14/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Mentan menemukan pemulihan lahan pertanian belum berjalan optimal di lapangan.

Padahal, pemerintah pusat disebut telah menyalurkan bantuan sejak awal bencana untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian.

“Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat,” kata Amran.

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi sawah rusak sekitar 7.000 hektare di Sumatera Barat. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah, dengan total bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai Rp455 miliar.

“Khusus Sumatera Barat, bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai Rp455 miliar. Jadi tidak ada alasan untuk lambat,” ujarnya.

Menurut Amran, keterlambatan lebih banyak disebabkan oleh panjangnya proses birokrasi dan lemahnya koordinasi antarlevel pemerintahan. Ia menyebut pencairan anggaran dari pusat dilakukan segera setelah permintaan daerah diajukan.

“Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Amran meminta pemerintah daerah mempercepat pekerjaan rehabilitasi di lapangan dan menargetkan seluruh proses selesai dalam waktu maksimal satu bulan.

“Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya saya tarik kembali ke pusat dan kita pindahkan ke daerah yang lebih siap,” tegasnya.

Ia juga menekankan penanggung jawab kegiatan di lapangan untuk memastikan pekerjaan berjalan hingga tuntas tanpa jeda. “Penanggung jawab jangan pulang sebelum selesai. Ini peringatan terakhir,” imbuhnya.

Baca Juga :  16 Ribu Mangrove Ditanam di Pesisir Kota Padang, Perkuat Mitigasi Bencana

Dalam kunjungan itu, Amran mencatat sebagian petani baru mulai menggarap sawah pada hari peninjauan berlangsung. Kondisi ini dinilai menunjukkan lambatnya respons penanganan pascabencana.

“Jangan sampai alat berat turun hanya saat kita datang. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita ini pelayan rakyat, tugas kita memastikan mereka bisa segera kembali tanam dan berproduksi,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen memulihkan seluruh lahan pertanian terdampak. Amran menyebut arahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh sawah rusak akan direhabilitasi hingga kembali produktif.

“Seluruh sawah rusak menjadi tanggung jawab pemerintah untuk diselesaikan. Tapi daerah juga harus gerak cepat,” katanya.

Sebagai bagian percepatan, Kementerian Pertanian mengerahkan dukungan alat dan mesin pertanian, serta mendorong kolaborasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi.

Kunjungan ini menegaskan upaya pemerintah memastikan bantuan yang disalurkan diikuti percepatan pelaksanaan di lapangan agar petani terdampak dapat kembali berproduksi. (*/red)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB