Pasbar, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansyarullah meninjau rencana relokasi Jalan Simpang Empat–Talamau, Rabu (7/1).
Peninjauan dilakukan bersama Bupati Pasaman Barat Yulianto dan Wakil Bupati M. Ihpan.
Langkah ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten untuk menjamin keselamatan warga sekaligus kelancaran transportasi di wilayah rawan bencana.
Rombongan bertolak dari Gedung DPRD Padang Tujuh menuju lokasi jalan amblas di Rimbo Kejahatan, jalur penghubung Talu–Simpang Empat. Mereka juga meninjau jalan tembus ke Bangkok yang selama ini menjadi jalur alternatif.
Di Jorong Perhimpunan, rombongan memeriksa kondisi Sungai Rantau Pauh. Selanjutnya, mereka mengecek Jalan Pasanggiangan, yang mengalami retakan aspal dan terban hingga mendekati permukiman warga.
Kondisi serupa ditemukan di Jalan Polongan 6, yang membutuhkan penanganan segera karena rawan amblas di bibir sungai dan jurang curam.
Gubernur Sumbar Soroti Titik Rawan Bencana
Gubernur Mahyeldi menyebut wilayah Talu, Kecamatan Talamau, memiliki banyak titik rawan bencana, termasuk banjir dan longsor. Ia menekankan perlunya solusi jangka panjang.
“Beberapa titik yang kita tinjau memiliki kontur terjal. Di satu sisi sungai curam, di sisi lain bukit tinggi. Solusi terbaik adalah pengalihan jalur ke lokasi yang lebih stabil dan aman,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menambahkan, jalur alternatif saat ini harus ditingkatkan agar bisa menjadi akses utama yang layak bagi masyarakat.
Di akhir kegiatan, Gubernur menginstruksikan Pemkab Pasaman Barat menyiapkan dokumen pendukung. Langkah ini untuk mempercepat proses relokasi dan pengerjaan fisik jalan.
Diharapkan, relokasi Jalan Simpang Empat–Talamau dapat menjamin keselamatan warga sekaligus kelancaran aktivitas masyarakat di Talamau dan sekitarnya. (*/red)






