Resmi Dilantik, Buya Alizar Didorong Kembalikan Thawalib Padang Panjang Jadi Pusat Pemikiran Islam Moderat

Penulis -

Minggu, 11 Januari 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buya Alizar resmi dilantik sebagai Pimpinan Perguruan Thawalib Padang Panjang periode 2025–2027, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Buya Alizar resmi dilantik sebagai Pimpinan Perguruan Thawalib Padang Panjang periode 2025–2027, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, Javanusa—Buya Alizar resmi dilantik sebagai Pimpinan Perguruan Thawalib Padang Panjang periode 2025–2027. Pelantikan berlangsung di Aula Abdul Karim Amrullah, Sabtu (10/1/2026).

Pelantikan Buya Alizar dipimpin Ketua Pengurus Yayasan Thawalib Padang Panjang, Prof. Dr. Abrar, M.Ag. Kegiatan ini disaksikan Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Ketua Pembina Yayasan Thawalib Guspardi Gaus, serta unsur Kementerian Agama.

Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, dan civitas akademika Thawalib. Kehadiran lintas unsur ini menegaskan posisi strategis Thawalib dalam pembangunan pendidikan Islam di Padang Panjang.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra menegaskan, Thawalib tidak cukup hanya dipertahankan sebagai lembaga pendidikan Islam bersejarah.

Menurutnya, Thawalib harus kembali tampil sebagai pusat lahirnya gagasan keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Thawalib memiliki sejarah besar dalam membentuk pemikiran Islam di Indonesia,” ujar Allex.

Ia berharap Thawalib mampu melahirkan pemikiran Islam yang moderat, berkemajuan, dan tetap berpijak pada tradisi keilmuan.

Allex juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang dalam mendukung penguatan pendidikan Islam.

Sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga pendidikan dinilainya penting dalam menyiapkan generasi emas menghadapi bonus demografi.

Alumnus Thawalib Sejak 1918

Buya Alizar bukan sosok baru di lingkungan Thawalib Padang Panjang. Ia merupakan alumnus perguruan yang berdiri sejak 1918 tersebut dan pernah mengabdi sebagai guru serta pengurus yayasan.

Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang ini dinilai memahami secara utuh sejarah dan nilai dasar Thawalib. Penetapannya sebagai pimpinan dilakukan melalui mekanisme seleksi internal yayasan.

Dalam sambutannya, Buya Alizar menyebut amanah yang diterimanya sebagai tanggung jawab besar. Ia menegaskan pentingnya kerja kolektif dan inovasi untuk membawa Thawalib tetap berada di garis depan pendidikan Islam.

Baca Juga :  Rakor Latgulbencal, Wako Fadly: Sinergi Lintas Sektor Kunci Mitigasi Bencana

“Ini amanah yang berat, namun mulia. Thawalib harus berdiri di depan melalui inovasi dan kebersamaan,” kata Buya Alizar.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Kota Padang Panjang dan Kementerian Agama. Menurutnya, Thawalib tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

Ketua Pengurus Yayasan Thawalib, Prof. Dr. Abrar, M.Ag menyampaikan, Thawalib telah menempuh perjalanan lebih dari satu abad. Berawal dari Surau Jembatan Besi, lembaga ini telah melahirkan banyak tokoh nasional.

“Sejarah Thawalib bukan untuk dinikmati sebagai nostalgia,” ujar Abrar. Menurutnya, sejarah tersebut harus menjadi pijakan menata masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Thawalib Guspardi Gaus menilai Buya Alizar memiliki rekam jejak lengkap. Ia pernah berperan sebagai murid, guru, dan pengurus Thawalib.

“Kami berharap Buya Alizar mampu melakukan pembenahan dan pembaruan,” kata Guspardi.

Pembenahan tersebut meliputi penguatan karakter lulusan, pengembangan kurikulum, serta formulasi muadalah. Langkah ini penting agar Thawalib tetap relevan dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (*/red)

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru