Revisi RDTR Payakumbuh Dibahas, Pemko Usulkan 2.041 Hektare Lahan Sawah Dilindungi

Penulis -

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota, Elzadaswarman memimpin rapat koordinasi dalam rangka audiensi muatan lahan sawah dalam dokumen RDTR Kota Payakumbuh, Jumat (6/3/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Wakil Wali Kota, Elzadaswarman memimpin rapat koordinasi dalam rangka audiensi muatan lahan sawah dalam dokumen RDTR Kota Payakumbuh, Jumat (6/3/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Pemerintah Kota Payakumbuh mengusulkan penetapan 2.041,27 hektare lahan sawah sebagai Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dalam proses revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kota tersebut.

Usulan ini dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Direktur Pengendalian Hak Tanah, Alih Fungsi Lahan, Kepulauan dan Wilayah Tertentu Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Andi Renald.

Sejumlah perangkat daerah turut hadir, antara lain Bappeda Kota Payakumbuh, Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Payakumbuh.

Dalam rapat tersebut, Elzadaswarman menyampaikan revisi RDTR diperlukan untuk mengarahkan pemanfaatan ruang kota sekaligus menjaga keseimbangan antara perlindungan lahan pertanian dan kebutuhan pembangunan.

“Kita perlu memastikan perlindungan lahan sawah tetap berjalan, namun kebutuhan pembangunan kota juga harus terakomodasi. Karena itu koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi penting,” kata Elzadaswarman.

Data lahan sawah diperbarui

Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim, memaparkan hasil pemutakhiran data lahan sawah yang menjadi salah satu materi dalam revisi RDTR.

Berdasarkan data Lahan Baku Sawah (LBS) tahun 2024, luas sawah di Payakumbuh tercatat 2.644,18 hektare. Sementara itu, dalam Surat Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1589 Tahun 2021, luas Lahan Sawah Dilindungi sebelumnya tercatat 2.759,97 hektare.

Pemutakhiran data yang disampaikan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 31 Januari 2026 menghasilkan usulan penyesuaian LSD menjadi 2.041,27 hektare, atau sekitar 77,20 persen dari luas LBS.

Menurut Muslim, penyesuaian luasan tersebut dilakukan setelah verifikasi data lapangan dan analisis sejumlah faktor.

Baca Juga :  Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi

Di antaranya penyesuaian batas administrasi kota, perubahan fungsi lahan, keberadaan hak atas tanah non-pertanian, serta tumpang tindih dengan kawasan hutan lindung.

Pertimbangan kebutuhan pembangunan

Selain kondisi eksisting lahan, beberapa rencana pembangunan daerah juga menjadi pertimbangan dalam penataan ruang. Di antaranya pembangunan Masjid Agung, rencana Jalan Thamrin Manan, kawasan industri kecil menengah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, pengembangan kawasan wisata, serta fasilitas pengelolaan persampahan.

Penataan sempadan Sungai Batang Agam, pembangunan kawasan pergudangan, serta penyediaan ruang terbuka hijau publik juga termasuk dalam rencana yang dipertimbangkan dalam revisi RDTR.

Kebutuhan perumahan turut menjadi bagian dari perencanaan ruang. Berdasarkan data RPJMD Kota Payakumbuh 2025–2029, jumlah rumah yang tersedia saat ini tercatat 34.967 unit untuk 44.002 kepala keluarga, sehingga terdapat backlog sekitar 9.035 unit.

Proyeksi hingga 2045 menunjukkan kebutuhan rumah di Payakumbuh diperkirakan mencapai 44.949 unit. Karena itu, perencanaan tata ruang diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan hunian sekaligus mempertahankan perlindungan lahan pertanian.

Hasil analisis menunjukkan faktor pengurang luas lahan sawah mencapai sekitar 602,91 hektare atau 22,80 persen dari luas LBS. Dengan demikian, luas lahan sawah yang diusulkan untuk ditetapkan sebagai LSD atau LP2B di Payakumbuh menjadi 2.041,27 hektare. (*/red)

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru