Pessel, Javanusa—Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akhirnya menganggarkan pembangunan kembali Jembatan Gantung Koto Rawang di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumbar.
Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan yang masih berstatus darurat saat ini mencapai Rp 8 miliar, dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr H Risnaldi Ibrahim, menyampaikan kepastian tersebut saat menjadi pembina apel gabungan di Painan, Senin (3/8).
Menurutnya, anggaran yang sempat tertunda itu kini telah dibuka kembali dan pembangunan fisik akan segera dimulai.
“Anggarannya sekitar Rp 8 miliar. Memang sempat dibintangi (dipending), tetapi sekarang sudah dibuka dan siap dilaksanakan,” ujar Risnaldi.
Hal ini sekaligus menegaskan kembali informasi yang sebelumnya telah berkali-kali disampaikan oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, kepada masyarakat. Risnaldi juga mengungkapkan dirinya telah bertemu langsung dengan Kepala Balai Kementerian PUPR di Padang untuk memastikan realisasi anggaran tersebut.
Putus Akses Sejak Bencana Banjir Maret 2024
Jembatan Koto Rawang rusak parah akibat diterjang banjir bandang pada 2024. Sejak saat itu, akses penghubung antara Nagari Koto Rawang dan Nagari Salido Ketek terputus total.
Warga pun mengalami kesulitan dalam mobilitas sehari-hari, termasuk untuk keperluan ekonomi dan pendidikan.
Sebagai solusi sementara, Pemkab Pessel bersama masyarakat membangun jembatan darurat dari material kayu dan balok. Namun, jembatan tersebut tidak bertahan lama dan kembali rusak akibat banjir.
Pembangunan jembatan darurat kembali dilakukan. Kali ini menggunakan konstruksi baja ringan. Hingga kini, jembatan darurat tersebut masih digunakan warga. Namun, minimnya aspek keselamatan telah menyebabkan sejumlah insiden.
“Beberapa warga pernah terjatuh saat melintas, bahkan terakhir seorang warga bernama Nurhayati meninggal dunia setelah motornya terperosok ke dasar jembatan,” ujar Risnaldi.
Dengan adanya kepastian pembangunan jembatan permanen, pemerintah daerah berharap konektivitas dan keselamatan warga Koto Rawang dapat segera dipulihkan. (sus)






