Risnaldi Ingatkan Penanganan Stunting Jangan Hanya Sekadar Bagi-Bagi Sembako

Penulis -

Jumat, 12 September 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Pessel, Risnaldi Ibrahim saat menyampaikan paparannya. (Foto: Dok. Kominfo)

Wabup Pessel, Risnaldi Ibrahim saat menyampaikan paparannya. (Foto: Dok. Kominfo)

Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) terus memperkuat komitmen dalam menurunkan angka stunting.

Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim menegaskan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sembako atau makanan bergizi, tetapi perlu intervensi yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Percepatan Aksi Konvergensi Stunting yang digelar di Aula Bappedalitbang Pessel, Kamis (11/9/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri para camat, kepala puskesmas, perwakilan OPD, operator kecamatan, serta tamu undangan lainnya.

Risnaldi menekankan stunting adalah persoalan multidimensi yang tidak bisa diselesaikan dengan satu jenis program saja.

Menurutnya, aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor mutlak dibutuhkan untuk mengatasi persoalan ini dari hulu ke hilir.

“Kalau hanya bagi sembako, mungkin satu indikator terlihat baik. Tapi itu belum menyentuh akar masalah. Kita perlu pendekatan yang lebih terpadu dan berkelanjutan,” ujar Risnaldi.

Ia menjelaskan empat prinsip utama dalam konvergensi penanganan stunting, yaitu dilakukan secara terpadu antar sektor, tepat sasaran dengan fokus pada keluarga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), berbasis data, serta partisipatif dengan melibatkan semua unsur masyarakat.

Risnaldi menegaskan program harus menyentuh masyarakat secara langsung.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pemangku kebijakan tidak hanya berhenti di tataran perencanaan, namun langsung menindaklanjuti hasil rapat dengan aksi nyata di lapangan.

“Jangan cuma rapat. Harus ada langkah konkret yang bisa dirasakan masyarakat. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB), Denny Anggara mengatakan, rapat tersebut bertujuan mempercepat langkah intervensi stunting berbasis data secara merata hingga ke tingkat nagari.

Kegiatan itu merupakan bagian dari strategi konvergensi yang mengintegrasikan berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, sosial, hingga infrastruktur dalam penanganan stunting secara komprehensif.

Baca Juga :  Pemko Padang Perkuat Smart Surau, Siapkan Insentif dan Lomba Keagamaan di 2026

“Target kita jelas, menurunkan angka stunting di Pesisir Selatan di bawah 20 persen sesuai arahan pemerintah pusat,” ucap Denny.

Mengusung tema “Integrasi Lintas Sektor, Bersama Kita Mewujudkan Keluarga Bebas Stunting,” kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar instansi, serta memastikan program berjalan secara terkoordinasi di semua lini.

Lebih jauh, Denny juga menyoroti pentingnya intervensi non-spesifik dalam pencegahan stunting. Seperti perbaikan sanitasi lingkungan, penyediaan air bersih, serta edukasi pola asuh yang sehat bagi orang tua.

“Gizi penting, tapi lingkungan dan pengasuhan juga berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Semuanya harus jadi perhatian,” ujarnya.

Pemkab Pessel, lanjut Denny, terus mendorong pendekatan kolaboratif dalam upaya penanganan stunting. Tujuannya jelas, melahirkan generasi masa depan yang sehat, kuat, dan bebas dari stunting. (sus)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:29 WIB

SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  

Rabu, 30 September 2026 - 12:23 WIB

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari

Selasa, 29 September 2026 - 17:42 WIB

Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas

Minggu, 27 September 2026 - 16:36 WIB

Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Sabtu, 26 September 2026 - 21:58 WIB

Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terbaru