Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo Subianto melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Pelantikan ini menempatkan Rocky dalam lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Posisi tersebut menarik perhatian karena Rocky selama pemerintahan Prabowo dikenal aktif mengkritisi arah kebijakan dan struktur pemerintahan.
Kini, pandangan politiknya mendapat ruang secara kelembagaan melalui tugasnya sebagai anggota Wantimpres.
Berdasarkan ketentuan Wantimpres, lembaga tersebut wajib memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, baik atas permintaan maupun tanpa permintaan. Wantimpres juga tidak diperbolehkan membuka isi nasihat dan pertimbangannya kepada pihak lain.
Rocky Kritik Struktur Kabinet Prabowo
Salah satu sorotan Rocky menyasar ukuran Kabinet Merah Putih. Pada Juni 2026, ia mendorong Prabowo melakukan perubahan besar terhadap susunan kabinet.
Dalam program Real Talk with Uni Lubis, Rocky menyebut istilah radical break untuk menggambarkan perubahan yang menurutnya diperlukan. Ia juga mendorong pemangkasan jumlah anggota kabinet hingga 90 persen.
“Maka dia itu mestinya, berkali-kali saya bilang, Presiden mestinya melakukan radikal break. Yaitu keputusan untuk downsize kabinetnya,” kata Rocky.
Menurut Rocky, kabinet yang terlalu besar dapat membuat pemerintah kehilangan fokus dalam menjalankan agenda utama. Karena itu, ia mengusulkan penyederhanaan struktur agar energi pemerintahan lebih terarah.
Soroti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Kritik Rocky berlanjut pada September 2026 ketika ia membahas sejumlah program prioritas pemerintah. Ia menyoroti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.
Rocky menjelaskan bahwa kritik tersebut tidak ia arahkan kepada Prabowo secara pribadi. Ia mengatakan persoalan utamanya terletak pada cara pemerintah menerjemahkan konstitusi ke dalam kebijakan.
“Kalau saya kasih kritik MBG, koperasi dan segala macam, prinsipnya adalah saya ingin Prabowo menghasilkan kebijakan yang basisnya adalah genealogi dari konstitusi,” ujar Rocky dalam program Rakyat Bersuara, 22 September 2026.
Rocky kembali menggunakan istilah radical break untuk menjelaskan perubahan yang ia dorong. Menurutnya, perubahan tersebut menyangkut konstruksi teknokratis dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
“Radical break artinya saya ingin mem-break secara radikal konstruksi teknokratiknya karena tidak sosialistis,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pandangannya mengenai MBG dan koperasi bukan bentuk pembelaan terhadap Prabowo.
“Dianggap saya membela Prabowo, saya membela pengertian konstitusi yang belum sempurna dimengerti kabinet,” ucap Rocky.
Kritik terhadap Reshuffle Kabinet
Jauh sebelum masuk Wantimpres, Rocky juga menyampaikan kritik terhadap perombakan Kabinet Merah Putih pada September 2025.
Setelah Prabowo melakukan reshuffle pada 17 September 2025, Rocky menilai pergantian sejumlah menteri belum membawa perubahan mendasar pada kualitas kabinet.
“Memang ada pergantian oknum menteri tetapi yang dituntut publik kan bukan sekedar pergantian tetapi kualitas dari kabinet itu berubahnya reshuffle artinya gampangnya dikocok ulang, tetapi hasilnya jokernya itu juga kira-kira begitu,” kata Rocky.
Saat itu, Rocky menyoroti pergeseran Erick Thohir dari Menteri BUMN menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Ia menilai langkah tersebut belum mencerminkan perubahan fundamental dalam susunan pemerintahan.
Kini, setelah resmi menjadi anggota Wantimpres, Rocky memiliki peran berbeda dari sebelumnya. Ia tidak hanya menyampaikan pandangan melalui ruang publik, tetapi juga menjalankan fungsi kelembagaan untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. (*)






