Pessel, Javanusa—Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 mengalami peningkatan.
Hingga saat ini, Pantai Carocok Painan masih menjadi destinasi unggulan sekaligus penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Berdasarkan data terbaru, total penerimaan retribusi tiket masuk di kawasan Pantai Carocok Painan sejak 21 hingga 25 Maret 2026 mencapai Rp357.310.000.
Rinciannya, pada periode 21 hingga 23 Maret tercatat sebesar Rp150.715.000. Selanjutnya, pada 24 Maret sebesar Rp100.595.000, dan 25 Maret kembali meningkat menjadi Rp106.000.000.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pessel, Ronal Bernando, saat dihubungi Kamis (26/3/2026), membenarkan capaian tersebut.
“Total penerimaan retribusi dari Pantai Carocok Painan sejak 21 sampai 25 Maret sudah mencapai Rp357 juta lebih, dan angka ini masih berpotensi terus bertambah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang Lebaran yang dimanfaatkan untuk berwisata bersama keluarga.
Menurutnya, momentum Idul Fitri menjadi puncak kunjungan wisata setiap tahunnya, terutama sejak hari ketiga Lebaran, di mana jumlah wisatawan mulai meningkat cukup tinggi.
“Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan lokal dan perantau yang pulang kampung, termasuk juga dari provinsi tetangga seperti Riau, Jambi dan Bengkulu, sehingga turut mendorong peningkatan kunjungan,” katanya.
Ronal menambahkan, Pantai Carocok Painan masih menjadi destinasi favorit karena memiliki fasilitas yang relatif lengkap, akses yang mudah, serta panorama alam yang menarik.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa saat ini wisatawan tidak hanya terfokus pada satu lokasi saja, melainkan mulai menyebar ke berbagai destinasi lain di Pesisir Selatan.
Sejumlah objek wisata pantai seperti Kawasan Mandeh, Pantai Batu Kalang, Pantai Sago, Pantai Salido, hingga Pantai Pasir Putih Kambang mulai diminati pengunjung.
Selain itu, destinasi wisata alam seperti Air Terjun Bayang Sani dan Jembatan Akar Bayang Utara juga menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan.
“Dengan banyaknya pilihan destinasi, kunjungan wisatawan menjadi lebih merata dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pengelolaan objek wisata di Pesisir Selatan tidak seluruhnya dilakukan oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, hanya Pantai Carocok Painan yang dikelola langsung oleh pemerintah kabupaten, sementara objek wisata lainnya dikelola oleh pemerintah nagari bersama masyarakat setempat.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan guna memastikan pengelolaan berjalan sesuai aturan.
“Kontribusi objek wisata lain tetap ada, meski tidak seluruhnya tercatat dalam PAD harian kabupaten,” tambahnya.
Ronal optimistis tren peningkatan kunjungan wisatawan akan terus berlanjut hingga akhir masa libur Lebaran.
Ia juga mengimbau para pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di setiap destinasi wisata.
“Kami mengajak seluruh pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mematuhi aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama,” tutupnya. (niks)






