Padang, Javanusa—Kebakaran melanda sebuah rumah di Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Kamis (13/8/2026). Respons cepat petugas berhasil mencegah api menjalar ke sedikitnya 10 bangunan di sekitar lokasi.
Kebakaran terjadi di rumah milik Yusniar, 70 tahun, di Jalan Payakumbuh 2 Nomor 596, RT 02 RW 12, Kelurahan Surau Gadang.
Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutopo, mengatakan laporan kebakaran masuk pada pukul 10.05 WIB.
Petugas langsung bergerak dua menit setelah laporan diterima. Lima unit armada dan 60 personel kemudian menuju lokasi.
“Laporan masuk pukul 10.05 WIB, dan dua menit kemudian unit kami sudah berangkat menuju lokasi. Petugas tiba di tempat kejadian pukul 10.17 WIB, dan proses pemadaman berhasil kami tuntaskan pada pukul 11.00 WIB,” kata Sutopo.
Jarak markas Damkar ke lokasi mencapai sekitar 6 kilometer. Kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas di kawasan padat penduduk.
Menurut keterangan saksi, percikan listrik muncul dari instalasi di dalam kamar tidur. Api kemudian membesar dan menghasilkan asap tebal dari dalam rumah.
Saksi yang melihat kejadian segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang. Petugas selanjutnya melakukan penanganan untuk mengendalikan kobaran api.
“Untuk penyebab pastinya, kami masih melakukan penyelidikan. Namun dari keterangan saksi di lapangan, api diduga berawal dari percikan pada instalasi listrik di kamar tidur,” ujar Sutopo.
Satu Rumah Rusak, Kerugian Rp15 Juta
Kebakaran tersebut hanya merusak bagian kamar tidur dengan luas sekitar 3 x 2 meter. Sebanyak empat orang penghuni rumah ikut terdampak dalam peristiwa itu.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang memperkirakan kerugian material mencapai sekitar Rp15 juta. Kerusakan tergolong ringan dan tidak merusak bagian lain secara berat.
Meski dampak pada rumah relatif terbatas, posisi bangunan menimbulkan risiko lebih besar. Sedikitnya 10 bangunan di sekitar lokasi berpotensi ikut terbakar.
Area yang berpotensi terdampak mencapai sekitar 100 meter persegi. Petugas berhasil mengendalikan api sebelum merembet ke bangunan lainnya.
“Alhamdulillah, dengan penanganan cepat, kami berhasil menyelamatkan aset warga senilai kurang lebih Rp3,5 miliar yang berpotensi hangus jika api sempat merembet ke bangunan-bangunan di sekitarnya,” kata Sutopo.
Lima Armada dan 60 Personel Dikerahkan
Sutopo menjelaskan bahwa petugas menghadapi tantangan saat menuju titik kebakaran. Kawasan tersebut memiliki permukiman padat dan akses jalan yang relatif sempit.
Kondisi itu membuat kendaraan pemadam harus bermanuver di tengah kerumunan warga. Petugas tetap menjalankan pemadaman hingga api sepenuhnya terkendali.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan lima unit armada dengan dukungan 60 personel. Peleton B menangani operasi pemadaman saat kejadian berlangsung.
“Kami mengerahkan lima unit armada dan 60 personel karena melihat kondisi permukiman yang padat. Ini langkah antisipasi agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi,” kata Sutopo.
Petugas Kelurahan Surau Gadang juga membantu koordinasi di lokasi. Mereka bekerja bersama petugas pemadam dan warga selama proses penanganan berlangsung.
Dua Saksi Berikan Keterangan
Petugas turut meminta keterangan dari dua saksi terkait kejadian tersebut. Keduanya yakni Herizon, 58 tahun, seorang buruh, dan Yarsida, 68 tahun, seorang ibu rumah tangga.
Keterangan kedua saksi menjadi rujukan awal untuk menyusun kronologi kebakaran. Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kejadian.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengimbau warga memeriksa instalasi listrik secara berkala. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kebakaran akibat gangguan kelistrikan di rumah. (*)






