Rumah Tari Sikambang Group Tampilkan Kreativitas Anak di PNC, Seni Jadi Positif Bentuk Karakter Generasi Muda

Penulis -

Jumat, 6 November 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak binaan Sanggar Sikambang Group saat tampil di malam panggung PNC, pasar Kambang Kamis Malam (Foto: Dok. Sanggar Sikambang Group)

Anak binaan Sanggar Sikambang Group saat tampil di malam panggung PNC, pasar Kambang Kamis Malam (Foto: Dok. Sanggar Sikambang Group)

Pessel, Javanusa—Sanggar Sikambang Group Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, terus mendorong pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda melalui pendidikan seni dan budaya.

Salah satunya diwujudkan dengan menggelar evaluasi kelas tari yang menampilkan kemampuan anak didik di panggung Pasisia Night Culinary (PNC), Kamis (5/11) malam, di halaman Kantor Kordik Pasar Kambang.

Pembina Sanggar Sikambang Group, Hendra, S.Sn, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus evaluasi terhadap kemampuan siswa dan siswi setelah mengikuti sejumlah materi tari yang diberikan selama menjalani pendidikan di Rumah Tari Sikambang Group.

Menurutnya, penampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan, mengembangkan keterampilan, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri ketika tampil di hadapan publik.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin melihat sejauh mana anak-anak mampu memahami dan menerapkan materi yang telah diajarkan. Mulai dari teknik gerakan, keselarasan dengan irama musik, hingga bagaimana mereka mengekspresikan karakter dan penghayatan dalam sebuah tarian,” ungkap Hendra, Jumat (6/11).

Ia menjelaskan, dalam seni tari terdapat tiga unsur penting yang harus dipahami dan diterapkan oleh setiap penari, yakni wiraga, wirama, dan wirasa.

Wiraga berkaitan dengan kemampuan dan ketepatan gerak tubuh, wirama merupakan keselarasan gerakan dengan irama atau musik pengiring, sedangkan wirasa menyangkut penghayatan serta kemampuan penari dalam mengekspresikan makna dan perasaan melalui gerakan.

“Ketiga unsur ini menjadi dasar dalam pembelajaran tari. Kita berharap anak-anak tidak hanya mampu menghafal gerakan, tetapi juga memahami irama dan mampu menghayati setiap tarian yang mereka bawakan,” jelasnya.

Hendra yang mengembangkan Rumah Tari Sikambang Group bersama saudara kembarnya, Hendri, selaku ketua sanggar, mengatakan pendirian Rumah Tari tersebut berangkat dari kecintaan mereka terhadap seni sekaligus keinginan menghadirkan ruang pembelajaran yang positif bagi generasi muda.

Keduanya memiliki hobi dan ketertarikan yang sama terhadap dunia seni. Melalui sanggar tersebut, mereka ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat, sekaligus membuka ruang bagi para sarjana seni agar dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku pendidikan.

Baca Juga :  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini

Menurut Hendra, keberadaan Rumah Tari juga menjadi salah satu upaya menghadirkan literasi positif bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gadget yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, anak-anak perlu diberikan ruang kegiatan yang mampu mengembangkan kemampuan, kreativitas, kedisiplinan, serta interaksi sosial agar waktu mereka tidak hanya dihabiskan dengan bermain gadget.

“Kita ingin anak-anak memiliki kegiatan yang bermanfaat. Melalui seni, mereka belajar disiplin, menghargai proses, bekerja sama, dan memiliki tanggung jawab. Ini juga menjadi salah satu cara membentengi generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam kegiatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka,” tuturnya.

Hendra berharap dukungan orang tua, masyarakat, dan pemerintah terhadap kegiatan pembinaan seni budaya terus ditingkatkan.

Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan ruang pengembangan minat dan bakat melalui kegiatan positif di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Sanggar Sikambang Group, Hendri, yang merupakan saudara kembar Hendra, turut mendukung pengembangan Rumah Tari sebagai wadah pembinaan seni dan budaya bagi anak-anak di Kecamatan Lengayang.

Melalui keberadaan sanggar tersebut, pihaknya berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari seni, sekaligus mengenal dan mencintai kekayaan budaya daerah.

Di sisi lain, pelatih tari Sanggar Sikambang Group, Yona Sundari, mengatakan proses pembelajaran tari membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan latihan secara berkelanjutan. Sebab, setiap anak memiliki kemampuan serta kecepatan berbeda dalam memahami dan menguasai teknik gerakan.

Menurut Yona, penampilan di PNC menjadi kesempatan bagi anak didiknya untuk mengaplikasikan materi yang selama ini dipelajari sekaligus melatih mental mereka ketika berada di atas panggung.

“Setiap anak memiliki proses perkembangan masing-masing. Ada yang cepat menangkap gerakan, ada pula yang membutuhkan latihan lebih banyak. Karena itu, kami terus memberikan pendampingan dan motivasi agar mereka tidak mudah menyerah,” ungkap Yona.

Baca Juga :  Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan

Ia berharap anak-anak binaannya semakin percaya diri, berani mencoba, dan terus meningkatkan kemampuan dalam bidang seni tari.

Yona juga mengingatkan agar para siswa tidak menjadikan penampilan tersebut sebagai ajang untuk membandingkan kemampuan satu sama lain. Sebaliknya, setiap anak diharapkan mampu menghargai proses belajar dan menjadikan setiap kesempatan tampil sebagai pengalaman untuk berkembang.

“Yang terpenting bukan hanya bagus atau tidaknya penampilan, tetapi bagaimana anak-anak menikmati proses belajar, berani tampil, dan terus memperbaiki kemampuan mereka. Jangan takut salah, karena dari latihan dan pengalaman itulah kemampuan akan semakin berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Resvida Yeni, salah seorang wali murid, menyambut positif kegiatan yang digelar Rumah Tari Sikambang Group tersebut.

Ia menilai kegiatan seperti ini memberikan manfaat besar bagi perkembangan mental, kepercayaan diri, dan kreativitas anak.

Menurutnya, kesempatan tampil di hadapan masyarakat menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk melatih keberanian sekaligus membangun semangat dalam mengembangkan bakat yang dimiliki.

“Kami sebagai orang tua tentu sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru, bisa menunjukkan kemampuan mereka, sekaligus belajar lebih percaya diri ketika tampil di depan orang banyak,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan sponsor, Rizky Mart, yang turut memberikan sertifikat penghargaan kepada para peserta.

Menurutnya, bentuk perhatian tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak karena setiap usaha dan proses belajar yang mereka jalani mendapatkan apresiasi.

“Penghargaan seperti sertifikat ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi anak-anak tentu memiliki arti tersendiri. Mereka merasa dihargai atas usaha dan latihan yang telah dilakukan. Hal ini bisa menambah semangat mereka untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan,” ungkapnya.

Resvida berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak anak yang memiliki kesempatan mengembangkan bakat melalui kegiatan seni dan budaya.

Baca Juga :  Menuju Predikat Paripurna, SMAN 3 Painan Diverifikasi Tim Sumbar

Diketahui, Rumah Tari Sikambang Group tidak hanya menyediakan kelas tari, tetapi juga membuka kelas musik, musik tradisi, serta kelas silek sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan seni budaya kepada generasi muda.

Kegiatan evaluasi kelas tari tersebut dikemas sebagai bentuk perayaan atas perjuangan dan keberhasilan siswa-siswi dalam menyelesaikan materi pembelajaran.

Kegiatan itu turut dihadiri orang tua, keluarga peserta, serta pengunjung PNC dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Pemilihan PNC sebagai lokasi kegiatan juga mendapat dukungan dari pengelola, berupa penyediaan tempat, sound system, dan fasilitas panggung. Pasisia Night Culinary sendiri merupakan pasar kuliner yang digagas Komunitas Wisata Kuliner Pasisia (KWKP) dan rutin digelar setiap Kamis malam di halaman Kantor Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Lengayang.

Selain memberikan ruang bagi anak-anak untuk tampil, kegiatan tersebut juga menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung PNC.

Kehadiran keluarga peserta dan masyarakat dari berbagai kecamatan diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Lengayang.

Melalui kolaborasi seni budaya dan kegiatan ekonomi masyarakat tersebut, PNC tidak hanya menjadi tempat promosi kuliner, tetapi juga ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk menampilkan kreativitas, mengembangkan potensi lokal, serta memberikan hiburan dan edukasi kepada masyarakat.

Keberadaan panggung PNC yang terbuka bagi anak-anak maupun kelompok seni lainnya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mengenalkan aktivitas positif kepada anak sejak dini. Sebab, melalui gerak, tari, musik, dan seni bela diri tradisional, anak-anak tidak hanya mengembangkan kemampuan motorik, tetapi juga belajar disiplin, keberanian, tanggung jawab, serta menghargai budaya daerah. (Naurah)

Berita Terkait

Rabu Belajar BKPSDM Padang Diikuti 1.300 ASN dari Berbagai Daerah di Indonesia
Pemko Padang dan Perumda PSM Tindak Lanjuti Keluhan Trans Padang, Awak Bus Terancam Sanksi Tegas
Pemko Padang Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral, Dorong OPD Susun Kebijakan Berbasis Data
Pemko Padang Petakan Kerja Sama Daerah hingga 2029, Pastikan Selaras dengan RPJMD
Fadly Amran Temui Menteri PKP, Padang Butuh Rp30 Miliar untuk Infrastruktur Huntap
Maigus Nasir: Padang Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Target Jadi Rujukan Nasional
Wawako Maigus Nasir Apresiasi Masjid Rahmah Padang Santuni 24 Anak Yatim
Pendaftaran Perlinsos Digital Padang Capai 128.857 KK, Bungus Teluk Kabung Raih Peringkat Pertama

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:42 WIB

Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi, SMPN 1 Ulakan Tapakis Dorong Siswa Berinovasi dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Sumbar Harus Kembangkan Potensi dan Kemandirian Siswa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Disdikbud Padang Latih 350 Guru SMP Kuasai AI dan Konten Digital Pembelajaran

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:19 WIB

SMPN 17 Padang Jadi Sekolah Percontohan LMS Ruang Kelas Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Ratusan Pelajar Sumbar Adu Kemampuan di Pra-OSN 2026, Siap Menuju Panggung Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Inovasi Biodiesel dari Limbah, Siswa SMK SMAK Padang Raih Juara 2 dan Poster Terbaik di Lomba Kimia XXX Unand

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka 22 Oktober 2026, Siswa Wajib Pakai Masker

Berita Terbaru

Para finalis UMKM Champion 2026 siap menembus pasar internasional melalui inovasi produk dan penguatan bisnis. (Foto: Pemko Padang)

Ekonomi Bisnis

15 Finalis UMKM Champion 2026 Padang Siap Tembus Pasar Internasional

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:43 WIB