Javanusa.com—Ada kalanya seseorang merasa sudah berjuang sekuat tenaga, tetapi hasil yang datang justru jauh dari harapan. Dalam situasi seperti itu, pertanyaan tentang mengapa hidup terasa tidak adil sering muncul.
Situasi tersebut menjadi gagasan utama Arda Hatna melalui karya terbarunya berjudul Matematika Tuhan Berbeda.
Lagu ini mengajak pendengar melihat perjalanan hidup dari perspektif yang lebih luas. Arda mengangkat keyakinan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam memahami setiap kejadian yang dialaminya.
Ketika Perhitungan Manusia Tidak Sesuai Kenyataan
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap mengukur keberhasilan melalui hasil yang terlihat. Kerja keras yang belum menghasilkan sering dianggap sebagai kegagalan.
Begitu pula dengan kehilangan. Banyak orang langsung memaknainya sebagai sebuah pengurangan dalam hidup.
Namun, Matematika Tuhan Berbeda menawarkan sudut pandang lain. Apa yang terlihat sebagai kehilangan belum tentu menjadi akhir dari sebuah perjalanan.
Penundaan juga tidak selalu berarti kegagalan. Bisa jadi, ada waktu yang lebih tepat yang belum terlihat oleh manusia.
Melalui lagu tersebut, Arda mengajak pendengar untuk belajar menerima hal-hal yang belum mampu mereka pahami.
Arda Hatna: Saya Masih Belajar Memahami Hidup
Arda mengatakan, lagu ini tidak lahir karena dirinya sudah menemukan seluruh jawaban tentang kehidupan.
“Saya membuat lagu ini bukan karena saya sudah menemukan semua jawaban tentang hidup. Justru karena saya masih belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa saya pahami,” kata Arda Hatna.
Menurutnya, manusia terkadang sudah merasa memberikan usaha terbaik. Namun, hasil akhirnya tetap tidak sesuai dengan ekspektasi.
“Kadang kita merasa sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Dari situ saya belajar bahwa mungkin bukan Tuhan yang salah menghitung, tetapi kita yang memakai rumus yang berbeda,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi inti pesan yang ingin disampaikan Arda melalui Matematika Tuhan Berbeda.
Menjadi Teman bagi Mereka yang Sedang Berjuang
Arda tidak menempatkan lagu ini sebagai karya yang mampu memberikan jawaban atas seluruh persoalan hidup.
Sebaliknya, Matematika Tuhan Berbeda hadir sebagai teman bagi orang-orang yang sedang menghadapi masa sulit.
Lagu ini ditujukan bagi mereka yang merasa lelah setelah berjuang, kecewa terhadap keadaan, merasa tertinggal, atau mulai kehilangan harapan.
Pesan yang dibawa Arda sederhana. Manusia tidak selalu mampu memahami alasan di balik setiap kejadian.
Karena itu, kesabaran dan keyakinan menjadi bagian penting dalam menjalani proses. Apa yang hari ini terlihat sebagai jalan yang berliku, suatu saat bisa memiliki makna yang berbeda. (*)
Sumber: IG Podcast Some Story/Sabs Media






