Padang, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan pembangunan daerah memerlukan kerja bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, saat Safari Ramadan Pemprov Sumbar 1447 Hijriah di Masjid Nurul Ishlah, Komplek Taruko IV, Kelurahan Bungo Pasang, Kota Padang, Minggu (1/3/2026).
Wagub menyampaikan, pembangunan Sumbar tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, legislatif, hingga pemerintah kecamatan, kelurahan, nagari, serta instansi vertikal dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan.
“Tahun ini anggaran pembangunan Sumbar cukup besar. Pemerintah provinsi fokus mempercepat pembangunan, mulai dari perbaikan jalan daerah, penyediaan sekolah rakyat bagi masyarakat kurang mampu dengan fasilitas layak, serta sejumlah program prioritas lainnya,” kata Wagub.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan salam dari Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, yang sedang menjalankan tugas di daerah lain.
Safari Ramadan Pemprov Sumbar di Masjid Nurul Ishlah turut diisi dengan penyerahan bantuan. Pemprov Sumbar menyalurkan hibah senilai Rp50 juta serta 40 mushaf Al-Qur’an, ditambah Al-Qur’an dari ASN Pemprov Sumbar.
Bantuan juga diserahkan oleh PT Semen Padang sebesar Rp10 juta, Bank Nagari Rp10 juta, serta bantuan kemanusiaan dari Baznas Sumbar sebesar Rp3 juta untuk petugas masjid. Bantuan dari Dinas BMCKTR Sumbar dan Bapenda Sumbar turut diserahkan secara tunai dan simbolis.
Wagub mengingatkan agar masjid tidak hanya dimanfaatkan untuk salat Jumat, tetapi juga dihidupkan dengan salat berjamaah lima waktu serta berbagai kegiatan keislaman dan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Safari Ramadan Pemprov Sumbar. Ia menyebut kegiatan tersebut memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah Kota Padang menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. Arahan yang disampaikan menjadi penguatan dalam upaya pembangunan Kota Padang dan Sumbar,” ujarnya.
Ia juga menilai Ramadan sebagai momentum mempererat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat. (*/adpsb)






