Padang Pariaman, Javanusa—Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyerahkan bantuan bedah rumah Rp25 juta kepada warga kurang mampu di Ulakan Tapakih.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, saat rangkaian Safari Ramadan 1447 H/2026 di Manggopoh Ujung Timur, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (21/2/2026).
Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tersebut bersumber dari Baznas Provinsi Sumatera Barat dan disalurkan langsung kepada penerima.
Penerima bantuan adalah Evi Yanti (37), ibu lima anak yang menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya meninggal dunia. Ia tinggal di rumah berdinding GRC board dan beratap rumbia berukuran sekitar 2,5 x 4 meter.
Kondisi rumah tersebut dinilai tidak layak huni dan rawan terhadap cuaca ekstrem. Dalam dua tahun terakhir, Evi bahkan kerap berpindah tempat tinggal dan sesekali menumpang di rumah orang tuanya.
Untuk bertahan hidup, Evi bekerja sebagai penganyam tikar daun pandan. Dari pekerjaannya, ia memperoleh sekitar Rp80 ribu setiap dua minggu.
Penghasilan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan kelima anaknya.
Wagub: Safari Ramadan Hadirkan Solusi Nyata
Vasko menegaskan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ingin menghadirkan solusi konkret bagi warga yang membutuhkan.
“Ini ada bantuan untuk perbaikan rumah dari masyarakat Sumatera Barat melalui Baznas Sumbar, agar rumah Ibu menjadi lebih layak dan nyaman dihuni,” ujar Vasko saat menyerahkan bantuan.
Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pengentasan RTLH di Sumbar. Data Pemprov Sumbar mencatat, ribuan unit rumah warga masih masuk kategori tidak layak huni dan membutuhkan intervensi bertahap.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap warganya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Provinsi. Semoga bantuan ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Ibu Evi dan keluarga,” ujarnya.
Ia mengajak wali nagari dan masyarakat setempat untuk bergotong royong membantu proses pembangunan. Koordinasi langsung dilakukan di lokasi untuk mempercepat pembangunan rumah layak huni tersebut.
Harapan Baru untuk Masa Depan Anak
Usai menerima bantuan, Evi tak kuasa menahan haru. Ia mengaku tidak pernah menyangka rumahnya dikunjungi langsung oleh Wakil Gubernur.
“Saya benar-benar terharu. Tidak pernah menyangka Pak Wakil Gubernur datang langsung ke rumah saya,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Evi, bantuan bedah rumah ini menjadi harapan baru bagi masa depan anak-anaknya. “Yang penting anak-anak bisa makan dan punya tempat tinggal yang tenang dan layak, meski sederhana, itu sudah cukup,” tuturnya.
Dengan bantuan RTLH senilai Rp25 juta ini, pembangunan rumah ditargetkan segera dimulai dan rampung dalam waktu dekat. Pemerintah daerah memastikan pendampingan teknis agar rumah yang dibangun memenuhi standar keamanan dan kelayakan huni. (*/red)






