Pessel, Javanusa—Tim I Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) mengunjungi Masjid Al Mukaromah, Nagari Pulau Karam Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Jumat (27/2/2026).
Rombongan Tim I dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, mewakili Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, yang berhalangan hadir karena menjalankan kunjungan kerja ke kementerian.
Kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi masyarakat, serta menguatkan program keagamaan dan pembangunan nagari.
Ketua Pengurus Masjid Al Mukaromah, Zaitul menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada rombongan Safari Ramadhan.
Ia mewakili masyarakat menyatakan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah yang hadir langsung di tengah jamaah.
Zaitul menegaskan masyarakat Nagari Pulau Karam Ampang Pulai berharap adanya peningkatan pembangunan infrastruktur jalan.
Ia menyebutkan jalan dari Seberang Sawah Bungo menuju SMP Negeri 1 Tarusan yang saat ini masih berupa rabat beton sepanjang lebih kurang satu kilometer perlu ditingkatkan menjadi aspal hitam agar akses transportasi menjadi lancar.
“Kami berharap pemerintah dapat meningkatkan status jalan tersebut, karena jalan itu menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat,” ujar Zaitul dalam sambutannya.
Ia juga menjelaskan masyarakat sangat membutuhkan pembangunan jalan dari jembatan gantung Muaro tembus ke Sungai Talang.
Hingga kini, harapan terhadap pembangunan Jembatan Gantung Batang Tarusan belum terealisasi, sementara jalan sepanjang 1,5 kilometer masih berupa tanah dan sulit dilalui saat musim hujan.
Menurut Zaitul, nagari tersebut memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan.
Masyarakat menggantungkan hidup pada hasil sawah, kebun, serta budidaya perikanan. Dengan infrastruktur yang memadai, distribusi hasil panen akan lebih cepat dan harga jual dapat meningkat sehingga kesejahteraan warga dapat terangkat.
Ia menambahkan Islam mengajarkan umatnya untuk bekerja keras dan menjaga amanah dalam mengelola sumber daya alam.
“Jika akses jalan baik, maka hasil pertanian dan perikanan dapat berkembang. Insya Allah kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” katanya menambahkan usai menyampaikan sambutan.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syahrizal Antoni, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Pessel, Hendrajoni, karena sedang melaksanakan kunjungan kerja ke kementerian yang tidak dapat diwakilkan.
Ia memastikan komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan nagari tetap menjadi prioritas.
Syahrizal menjelaskan kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, serta sejumlah kepala OPD.
Ia menyebutkan kehadiran para pejabat tersebut bertujuan agar masyarakat dapat langsung menyampaikan aspirasi dan berdialog secara terbuka.
Ia mengungkapkan Pemkab Pessel saat ini masih fokus melakukan pemulihan pascabencana tahun 2025.
Pemerintah melakukan normalisasi sungai guna mengantisipasi banjir dan mempercepat relokasi warga yang masih berada di pengungsian agar memperoleh hunian yang layak.
Selain itu, pemerintah daerah tengah mengembangkan program unggulan, yakni Nagari Kanyang, Nagari Sehat, Nagari Pandai, Nagari Mengaji, dan Sejahtera.
Program tersebut dirancang untuk membangun keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental spiritual masyarakat.
Syahrizal menegaskan Safari Ramadhan merupakan wujud nyata pelaksanaan program Nagari Mengaji.
Ia menyampaikan pemerintah ingin menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan akhlak, pusat pendidikan Al Qur’an, serta pusat penguatan ukhuwah Islamiyah.
“Melalui Nagari Mengaji, kita ingin membangun generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Pembangunan tidak hanya berbentuk infrastruktur, tetapi juga pembinaan iman dan takwa,” ujarnya.
Untuk mendukung Nagari Sejahtera, pemerintah pada tahun 2026 mengalokasikan anggaran pembangunan di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Pemerintah juga memasukkan usulan pembangunan jalan, jembatan, serta normalisasi Batang Tarusan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta dari Pemkab Pessel, Rp2 juta dari Bank Nagari, serta Rp3 juta dari Baznas Pessel untuk mendukung operasional dan pembangunan masjid.
Kegiatan Safari Ramadhan itu turut menghadirkan tausiyah agama, Ustad Dodon Hardiman dengan judul ceramah “Assalamualaikum, Menjawab Salam Memiliki Sepuluh Kebaikan.”
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan mengucapkan salam merupakan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, sedangkan menjawab salam hukumnya wajib bagi yang mendengarnya.
Ustad Dodon Hardiman menjelaskan ucapan “Assalamualaikum” mengandung doa keselamatan, rahmat, dan keberkahan.
Ia menerangkan setiap tambahan lafaz dalam salam akan menambah pahala, sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa menjawab salam dengan sempurna akan memperoleh sepuluh hingga tiga puluh kebaikan.
Ia juga menegaskan menjawab salam merupakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) dalam suatu majelis.
“Jika satu orang menjawab, maka gugurlah kewajiban yang lain. Namun, jika tidak ada yang menjawab, maka seluruh yang mendengar turut berdosa,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk membudayakan salam sebagai penguat persaudaraan dan penebar kedamaian. (yoniks)






