Saka Kalpataru Kota Pariaman Gelar Aksi Bersih dan Pembuatan Ecobrick

Penulis -

Jumat, 13 Desember 2024 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saka Kalpataru Kota Pariaman menggelar aksi bersih dan pembuatan ecobrick di Pantai Kata, Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. (Foto: Diskominfo Pariaman)

Saka Kalpataru Kota Pariaman menggelar aksi bersih dan pembuatan ecobrick di Pantai Kata, Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. (Foto: Diskominfo Pariaman)

Pariaman, Javanusa—Saka Kalpataru Kota Pariaman menggelar aksi bersih dan pembuatan ecobrick di Pantai Kata, Desa Taluak, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Jum’at (13/12/2024). Kegiatan ini menutup aksi kegiatan Saka Kalpataru di Tahun 2024.

Saka Kalpataru yang berada di bawah Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim & LH) Kota Pariaman, telah terbentuk sejak tahun 2019 yang lalu. Karena pandemi dan beberapa hal, Saka Kalpataru Kota Pariama  sempat vacum sampai diaktifkan kembali di tahun 2024 ini.

Ketua Saka Kalpataru yang juga Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Perkim & LH Kota Pariaman mengatakan kegiatan ini adalah salah satu bentuk nyata kehadiran Saka Kalpataru dalam pelestarian lingkungan.

“Kita telah mengagendakan berbagai kegiatan untuk Saka Kalpataru ikut andil dalam pelestarian lingkungan, salah satunya adalah aksi bersih pantai yang kita lakukan hari ini, tetapi karena cuaca yang tidak mendukung, kita hanya membersihkan Pentas Pantai Kata dan sekitarnya saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Nofrizal mengatakan plastik telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia. Namun, dampak negatifnya terhadap lingkungan sangatlah serius. Sampah plastik yang tidak terurai dengan cepat berkontribusi pada pencemaran sungai, tanah, dan udara.

“Kita juga memperkenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang menjadi salah satu solusi yang efektif dalam  mengatasi permasalahan sampah plastik dengan menerapkan dan melaksanakan salah satu dari bagian konsep 3R yakni Reuse adalah upaya menggunakan kembali barang atau sampah,” tuturnya.

Ia berharap anggota Saka Kalpataru dari utusan sekolah SMA/SMK se derajat ini, dapat menjadi panutan dan teladan serta agent of change bagi rekan-rekan dan lingkungan sekitarnya, sehingga akan menularkan pelestarian lingkungan dan ilmu yang bermanfaat untuk itu, ulasnya mengakhiri.

Baca Juga :  Jemput Aspirasi Masyarakat, Pimpinan dan Anggota DPRD Padang Gelar Reses Masa Sidang II Tahun 2025

Selanjutnya Pamong Putri Saka Kalpataru, Nur Indah lestari mengatakan di tengah krisis limbah plastik ini, hadir solusi sederhana namun efektif, yaitu ecobrick.

Konsep di balik ecobrick adalah untuk menggunakan dan mendaur ulang plastik bekas konsumsi dan membuatnya ramah lingkungan. Botol-botol plastik ini hanya dipadatkan oleh sampah plastik yang bersih dan kering, ulasnya.

“Contoh Reuse sampah plastik sebagai upaya untuk menanggulangi sampah plastik yaitu dengan ecobrick. Ecobrick menjadi salah satu upaya alternatif dan upaya kreatif untuk dapat mengelola sampah plastik dengan ramah lingkungan serta dapat diubah menjadi barang ataupun benda yang memiliki nilai guna dan mengurangi pencemaran,” ungkapnya.

Ecobrick adalah cara mengolah sampah plastik bekas dengan menggunakan botol plastik bekas yang diisi dengan beragam sampah plastik hingga penuh dan botol plastik tersebut menjadi padat.

Botol plastik yang telah terisi oleh sampah-sampah plastik tersebut dapat diolah dengan merangkainya menjadi barang yang berguna dan bermanfaat di kehidupan sehari-hari.

“Ecobrick bertujuan agar dapat mengurangi sampah plastik dengan menggunakan botol plastik guna dapat dijadikan sesuatu yang lebih berguna. Dengan Ecobrick, dalam satu botol isi 600 ml, kita dapat memasukan sampah plastic sebanyak 2,5 Kg, sehingga sangat efektif mengurangi sampah plastik di lingkungan kita,” terangnya. (*/jn01)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB