Saksikan Penyerahan Aset Rampasan Tambang Ilegal Rp 7 Triliun, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Aparat Penegak Hukum

Penulis -

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/10/2025). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/10/2025). (Foto: BPMI Setpres)

Pangkal Pinang, Javanusa—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh aparat dan lembaga negara yang bergerak cepat menyelamatkan aset-aset milik negara.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menyaksikan Penyerahan Aset Barang Rampasan Negara (BRN) kepada PT Timah Tbk di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/10/2025).

Dalam keterangannya kepada awak media, Presiden menegaskan bahwa kerja cepat aparat TNI, Polri, Kejaksaan, Bakamla, serta Bea dan Cukai telah berkontribusi besar dalam upaya penyelamatan kekayaan negara.

“Saya ucapkan terima kasih kepada aparat, Panglima TNI, Angkatan Laut, Bakamla, Bea Cukai, semua pihak yang telah bergerak cepat menyelamatkan aset ini. Ke depan, ratusan triliun rupiah bisa kita selamatkan untuk rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Penghargaan untuk Penegak Hukum

Presiden juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Jaksa Agung dan seluruh aparat penegak hukum atas keberhasilan mereka menindak tegas pelaku pelanggaran di sektor pertambangan.

“Saya sampaikan penghargaan kepada Jaksa Agung dan semua petugasnya. Ini bukti nyata bahwa pemerintah serius memberantas penyelundupan, tambang ilegal, dan semua pelanggaran hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Menurut Presiden, penegakan hukum yang tegas menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat dan kedaulatan ekonomi nasional.

Ia meminta agar sinergi antarinstansi terus diperkuat untuk melanjutkan upaya penyelamatan aset negara dengan konsistensi dan integritas tinggi.

Rincian Aset Rampasan Negara

Barang rampasan yang diserahkan kepada PT Timah Tbk mencakup berbagai aset bernilai tinggi, antara lain:

    • 108 unit alat berat
    • 99,04 ton produk kristal Sn (cristalyzer)
    • 94,47 ton crude tin dalam 112 balok
    • Aluminium 15 bundle (15,11 ton) dan 10 jumbo bag (3,15 ton)
    • Logam timah Rfe 29 bundle (29 ton)
    • 1 unit mess karyawan
    • 53 unit kendaraan
    • 22 bidang tanah seluas 238.848 m²
    • 195 unit alat pertambangan
    • 680.687,6 kg logam timah
    • 6 unit smelter
    • Uang tunai yang telah disetorkan ke kas negara senilai Rp202.701.078.370, USD3.156.053, JPY53.036.000, SGD524.501, EUR765, KRW100.000, dan AUD1.840
Baca Juga :  Wali Kota Padang Terbitkan Edaran Mitigasi Kabut Asap, Warga Diminta Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Presiden Prabowo menyebut total nilai aset yang disita dan diserahkan mencapai Rp 6 hingga Rp 7 triliun. Nilai tersebut belum termasuk tanah jarang (rare earth/monasit) yang memiliki potensi ekonomi jauh lebih besar.

“Nilainya dari enam smelter dan barang-barang yang disita mendekati Rp 6–7 triliun. Tapi tanah jarang atau monasit bisa jauh lebih besar. Satu ton saja bisa bernilai hingga 200 ribu dolar,” jelasnya.

Kerugian Negara Capai Rp 300 Triliun

Presiden juga mengungkapkan kerugian negara akibat tambang ilegal di kawasan PT Timah diperkirakan mencapai Rp 300 triliun. Angka tersebut menunjukkan besarnya kebocoran kekayaan negara yang harus segera dihentikan. (*/BPMI Setpres)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:49 WIB

Semen Padang FC Bidik 3 Poin atas Persikad, Teco Pantau Kondisi Pemain

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Balap Motor Kota Padang Sabet 3 Emas di Porprov Sumbar 2026, Target Juara Umum Makin Terbuka

Berita Terbaru