Sambut Maulid, Kemenag Targetkan 1.781.945 Peserta Gema Selawat Kebangsaan

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gema Selawat Kebangsaan. (Foto: Kemenag)

Gema Selawat Kebangsaan. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat Indonesia menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak selawat dan meneladani akhlak Rasulullah.

Melalui Gema Selawat Kebangsaan, Kemenag menargetkan 1.781.945 orang ikut berselawat dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, mengatakan gerakan tersebut menjadi ruang bersama untuk menghidupkan tradisi selawat sekaligus memperkuat nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.

“Rabiulawal adalah momentum untuk memperbanyak selawat dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. Tetapi cinta tidak cukup berhenti pada lantunan selawat. Cinta harus berlanjut menjadi keteladanan dengan menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan: kasih sayang, persaudaraan, kepedulian, dan kecintaan kepada tanah air,” ujar Muchlis di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Target 1.781.945 Peserta Punya Makna Kebangsaan

Menurut Muchlis, angka 1.781.945 bukan sekadar target jumlah peserta. Kemenag memilih angka tersebut sebagai simbol yang merujuk pada 17 Agustus 1945, tanggal kemerdekaan Indonesia.

Ia menjelaskan, simbol tersebut membawa pesan bahwa kecintaan kepada Rasulullah dapat menjadi energi spiritual untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat rasa cinta terhadap Indonesia.

“Selawat untuk negeri berarti menghadirkan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah saw. dalam merawat Indonesia. Semangat berselawat harus mendorong kita membangun kehidupan yang damai, adil, saling menghormati, dan penuh kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.

Selain memperkuat kecintaan kepada Nabi, Gema Selawat Kebangsaan juga membawa pesan solidaritas. Kemenag berharap masyarakat mendoakan warga yang menghadapi bencana di sejumlah wilayah Indonesia.

Gerakan tersebut berlangsung di tengah gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Karena itu, selawat untuk negeri juga menjadi ikhtiar spiritual sekaligus wujud kepedulian kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Distribusi Kartu Nusuk Jemaah Haji Disiapkan Tepat Waktu, Simulasi Tunjukkan Kesiapan Sistem
Dalā’il al-Khayrāt Jadi Bagian Utama

Salah satu agenda utama Gema Selawat Kebangsaan berupa pembacaan dan khataman Dalā’il al-Khayrāt. Kitab tersebut merupakan karya Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, ulama besar Maroko pada abad ke-9 Hijriah.

Dalā’il al-Khayrāt berisi kumpulan selawat kepada Nabi Muhammad saw. Tradisi pembacaannya telah berlangsung lintas generasi di berbagai wilayah dunia Islam dan menjadi bagian dari khazanah keagamaan umat Islam Indonesia.

Kemenag akan menggelar pembacaan kitab tersebut secara bertahap selama satu pekan. Pelaksanaannya mengikuti pembagian hizib yang terdapat dalam kitab.

Masyarakat dapat mengikuti kegiatan secara berjemaah melalui masjid, majelis taklim, pesantren, lembaga pendidikan, dan komunitas keagamaan. Peserta juga dapat melakukannya secara mandiri.

Kemenag berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ritual keagamaan. Lebih jauh, rangkaian selawat diharapkan mendorong masyarakat untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah saw.

Gema Selawat Kebangsaan Diluncurkan 26 Agustus

Kemenag akan meluncurkan Gema Selawat Kebangsaan pada 26 Agustus 2026. Peluncuran itu menandai dimulainya gerakan nasional yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Gerakan tersebut akan menyemarakkan Rabiulawal melalui selawat, kecintaan kepada Rasulullah, serta penguatan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Muchlis mengatakan kegiatan itu juga sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar terhadap kehidupan keagamaan yang menghadirkan kedamaian, persaudaraan, dan kemaslahatan.

Menurut dia, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai akhlak Rasulullah perlu hadir dalam hubungan antarmanusia serta kehidupan berbangsa.

“Dengan semangat ‘Selawat untuk Negeri, Teladan Nabi untuk Indonesia’, kami mengajak masyarakat menjadikan Rabiulawal bukan sekadar momentum memperingati kelahiran Rasulullah saw., tetapi juga momentum menghidupkan teladan beliau. Semoga gema selawat dari berbagai penjuru Indonesia menjadi gema cinta kepada Rasulullah, cinta kepada sesama, dan cinta kepada negeri,” pungkas Muchlis. (*)

Baca Juga :  393 Jemaah Haji Indonesia Kloter Pertama Tiba di Madinah

Berita Terkait

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita
BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK
MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru