Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar gotong royong massal, Senin (15/2/2026), menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini sekaligus mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Aksi bersih dipusatkan di sepanjang rel kereta api, mulai dari Simpang Kebun Sikolos hingga Simpang Tanah Pak Lambik. Area tersebut dipilih karena menjadi koridor lalu lintas dan permukiman warga.
Sebelum turun ke lapangan, peserta mengikuti apel bersama di Lapangan Bancalaweh. Apel dipimpin langsung Wali Kota Padang Panjang.
Apel dipimpin Wali Kota Hendri Arnis dan diikuti Wakil Wali Kota Allex Saputra, unsur Forkopimda, serta ratusan aparatur sipil negara (ASN). Hadir pula Kapolres Padang Panjang AKBP Wisnu Hadi dan Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi.
Peserta kemudian dibagi ke sejumlah titik kerja untuk pembersihan saluran, semak, dan tumpukan sampah. Fokus utama diarahkan pada area rawan genangan dan sumbatan drainase.
Tekan Risiko Banjir dan Longsor
Hendri menegaskan gotong royong bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, aksi bersih lingkungan berdampak langsung pada pengurangan risiko banjir dan longsor.
“Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI sebagai arahan nasional untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Kita wujudkan lewat kerja nyata di lapangan,” kata Hendri dalam arahannya.
Ia menyebut jalur rel dan drainase menjadi titik penting karena sering dipenuhi semak dan sampah liar. Jika tidak dibersihkan rutin, aliran air bisa tersumbat saat hujan deras.
Sambut Ramadan dengan Lingkungan Bersih
Selain fokus lingkungan, kegiatan ini juga dikaitkan dengan persiapan menyambut Ramadan. Pemko mengajak ASN dan masyarakat menyiapkan diri secara lahir dan batin.
“Ramadan adalah bulan penuh rahmat. Mari kita sambut dengan membersihkan hati, memperbanyak amal, serta memastikan rumah, kantor, dan lingkungan dalam keadaan bersih,” ujarnya.
Pemerintah kota menilai budaya goro perlu diperkuat kembali di tengah masyarakat perkotaan. Tradisi ini dinilai efektif membangun kepedulian dan kebersamaan sosial.
ASN Diminta Jadi Teladan Pengelolaan Sampah
Hendri menekankan ASN harus menjadi contoh dalam menjaga kebersihan. Ia menyoroti pentingnya pengendalian sampah rumah tangga sebagai sumber utama persoalan lingkungan kota.
Menurut dia, perubahan perilaku dimulai dari unit terkecil, yakni rumah dan kantor. Pemilahan dan pengurangan sampah menjadi langkah konkret yang bisa langsung diterapkan.
“Goro hari ini menjadi langkah awal. Kita mulai dari diri sendiri dan bergerak bersama demi Padang Panjang yang lebih bersih dan nyaman,” katanya. (*/red)






