Sambut Tahun Ajaran Baru, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

Penulis -

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat membuka INASTEF 2026 di Plasa Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (6/7). (Foto: Kemenperin)

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat membuka INASTEF 2026 di Plasa Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (6/7). (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengintensifkan kampanye penggunaan peralatan sekolah buatan Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat industri manufaktur nasional sekaligus mendorong pertumbuhan pasar dalam negeri melalui peningkatan konsumsi produk lokal.

Momentum tahun ajaran baru dinilai menjadi peluang besar bagi industri peralatan sekolah nasional. Tingginya kebutuhan perlengkapan pendidikan membuka ruang bagi pelaku industri dalam negeri untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, industri nasional perlu memanfaatkan peluang tersebut dengan menghadirkan produk yang berkualitas, inovatif, aman, memiliki desain menarik, dan mampu bersaing dari sisi harga.

“Momentum tahun ajaran baru merupakan peluang besar bagi industri peralatan sekolah nasional. Potensi pasar ini harus mampu dimanfaatkan oleh industri dalam negeri melalui produk yang berkualitas, inovatif, aman, memiliki desain menarik, dan mampu bersaing dari sisi harga. Karena itu, industri nasional harus terus meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, dan inovasi agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin dinamis,” kata Faisol Riza saat membuka Indonesia Student Equipment Fair (INASTEF) 2026 di Plasa Industri, Gedung Kemenperin, Jakarta, Senin (6/7).

Selain meningkatkan daya saing industri, menurut Faisol, penguatan pasar domestik juga menjadi strategi penting untuk menjaga ketahanan sektor manufaktur di tengah tantangan ekonomi global.

“Penguatan pasar dalam negeri tidak hanya memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan ketahanan industri nasional melalui optimalisasi kapasitas produksi dan rantai pasok domestik,” ujarnya.

INASTEF 2026 Tampilkan Produk Peralatan Sekolah Buatan Indonesia

Sebagai bagian dari kampanye penggunaan produk lokal, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menggelar INASTEF 2026 pada 6–9 Juli 2026 di Plasa Industri Kemenperin.

Baca Juga :  Pemko Jamin Ketersediaan Pangan Hingga Akhir Tahun

Pameran tersebut menghadirkan 39 pelaku industri dengan beragam produk, mulai dari alat tulis, buku, kertas, seragam sekolah, tas, sepatu, mainan edukatif, alat musik pendidikan, hingga furnitur sekolah.

Melalui tema “Pakai Lokal, Tampil Total, Prestasi Maksimal”, Kemenperin ingin mendorong masyarakat memahami bahwa setiap pembelian produk dalam negeri memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Selain memenuhi kebutuhan pendidikan dengan produk berkualitas, penggunaan barang lokal juga dinilai mampu meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat industri manufaktur nasional.

Pasar Domestik Sangat Besar

Potensi industri peralatan sekolah didukung oleh besarnya jumlah penduduk usia sekolah di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah penduduk berusia 5–19 tahun mencapai sekitar 66 juta jiwa. Selain itu, terdapat sekitar 22 juta anak usia dini yang turut menjadi bagian dari pasar perlengkapan pendidikan.

Besarnya jumlah tersebut menjadikan kebutuhan peralatan sekolah sebagai pasar domestik yang terus tumbuh dan berkelanjutan bagi industri nasional.

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Produk Lokal

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, penyelenggaraan INASTEF bertepatan dengan masa masyarakat mempersiapkan kebutuhan sekolah sehingga menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran terhadap produk buatan Indonesia.

Menurutnya, pameran juga mempertemukan pelaku industri secara langsung dengan konsumen sehingga membuka peluang pasar baru sekaligus memperkuat ekosistem industri peralatan sekolah nasional.

Reni menambahkan, pengembangan industri peralatan sekolah menjadi bagian dari komitmen Kemenperin dalam meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah melalui promosi, perluasan akses pasar, peningkatan mutu produk, serta penguatan inovasi.

Hadirkan Berbagai Kegiatan Interaktif

Direktur Industri Aneka Reny Meilany mengatakan, INASTEF 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk, tetapi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan interaktif.

Baca Juga :  Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional, Pemerintah Percepat Pengembangan KEK

Pengunjung dapat mengikuti talkshow, demonstrasi alat musik, lomba mewarnai, hingga lomba doodling yang ditujukan untuk memperkenalkan kualitas produk lokal kepada generasi muda.

“Pengunjung pameran berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, siswa dan orang tua, sekolah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, hingga instansi pemerintah di sektor pendidikan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan transaksi produk lokal,” ujar Reny.

Ke depan, Kemenperin akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, asosiasi, lembaga pendidikan, serta masyarakat guna meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong industri peralatan sekolah nasional menjadi lebih kompetitif, tangguh, dan mampu bersaing di pasar internasional. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB