Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman menggelar gotong royong dalam rangka Hari Jadi ke-192.
Aksi sosial ini difokuskan pada pembersihan SD Negeri 17 Batang Anai yang terdampak banjir besar, Sabtu (3/1/2026).
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis (JKA) memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran perangkat daerah dan Tim Penggerak PKK. Seluruh elemen terlibat untuk memastikan sekolah kembali layak digunakan.
Aksi gotong royong fokus pada pembersihan lumpur yang menutupi ruang kelas dan halaman sekolah. Banjir besar yang melanda Batang Anai beberapa waktu lalu meninggalkan dampak serius bagi aktivitas pendidikan.
Bupati JKA menyebut SDN 17 Batang Anai hampir setiap tahun terdampak banjir. Namun, banjir terakhir menjadi yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
“Biasanya air hanya 30 sampai 40 sentimeter. Tapi banjir kemarin mencapai sekitar dua meter. Lumpur masuk ke ruang kelas dan menutup halaman sekolah,” ujar John Kenedy Azis.
Relokasi Sekolah Masih Terkendala Lahan
Menurut Bupati, gotong royong ini menjadi langkah cepat sambil menunggu proses relokasi sekolah. Pemerintah daerah telah mengusulkan relokasi ke Kementerian.
Namun, pengadaan lahan masih menjadi kendala utama. Pemkab Padang Pariaman memastikan proses tersebut tetap berjalan.
“Sambil menunggu relokasi, kita bersihkan dulu. Ruang kelas dan halaman kita perbaiki agar bisa dipakai. Insyaallah relokasi akan kita wujudkan,” tegasnya.
Pastikan Sekolah Siap Digunakan Senin
Gotong royong juga bertujuan memastikan proses belajar mengajar kembali normal. Para siswa SDN 17 Batang Anai dijadwalkan masuk sekolah pada Senin, 5 Januari 2026.
Bupati menegaskan pemerintah tidak ingin aktivitas belajar anak-anak terganggu akibat bencana.
“Kita ingin anak-anak belajar dengan nyaman. Karena itu seluruh perangkat daerah kita libatkan hari ini,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, perangkat daerah membersihkan halaman sekolah secara manual. Sementara itu, Tim Penggerak PKK fokus membersihkan ruang-ruang kelas dari lumpur sisa banjir.
Meski menggunakan peralatan sederhana, hasil gotong royong mulai terlihat signifikan sejak siang hari.
“Alhamdulillah, sekolah ini sudah mulai bersih. Ibu-ibu PKK di ruang kelas, kami di halaman. Semoga bermanfaat,” ujar Bupati.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia juga mengajak masyarakat Padang Pariaman, baik di ranah maupun di rantau, untuk terus memberikan dukungan.
“Mari kita bersama-sama bangkit lebih cepat, menuju Padang Pariaman yang tangguh,” tutupnya. (*/red)






