Sejarah Kalender Hijriah: Mengapa Umar bin Khattab Memilih Hijrah Nabi sebagai Awal Penanggalan Islam?

Penulis -

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar saat memperingati Malam Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: Ist/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar saat memperingati Malam Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: Ist/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kalender Hijriah yang digunakan umat Islam hingga saat ini ternyata lahir dari kebutuhan administratif pemerintahan pada masa Khalifah Umar bin Khattab.

Penetapan sistem penanggalan Islam tersebut melalui musyawarah para sahabat setelah muncul persoalan terkait surat-surat resmi yang tidak mencantumkan tanggal.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, gagasan penyusunan kalender Islam bermula dari laporan Abu Musa Al-Asy’ari yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Kufah.

Kondisi tersebut mendorong Umar bin Khattab mencari solusi agar tata kelola pemerintahan berjalan lebih tertib.

Awal Mula Lahirnya Kalender Hijriah

Menurut Menag, Abu Musa Al-Asy’ari pernah mengirim surat kepada Umar bin Khattab karena mengalami kesulitan menentukan urutan kebijakan yang harus dijalankan. Banyak surat resmi dari pusat pemerintahan datang tanpa keterangan waktu yang jelas.

“Wahai Khalifah, kami menerima beberapa surat dari Anda, tetapi kami tidak tahu mana yang lebih dulu karena tidak ada tanggalnya,” kata Nasaruddin Umar saat memperingati Malam Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah dalam rangkaian kegiatan Peaceful Muharam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Masalah tersebut kemudian mendorong Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat dan para gubernur untuk merumuskan sistem penanggalan yang dapat digunakan secara resmi di lingkungan pemerintahan Islam.

Berbagai Usulan Awal Penanggalan Islam

Dalam musyawarah tersebut, sejumlah usulan muncul sebagai titik awal kalender Islam. Sebagian sahabat mengusulkan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai permulaan tahun Islam.

Ada pula yang mengajukan peristiwa turunnya wahyu pertama atau Nuzulul Qur’an. Usulan lainnya menjadikan Isra Mikraj sebagai penanda awal kalender umat Islam.

Namun, berbagai gagasan tersebut tidak mencapai kesepakatan. Para sahabat menilai penggunaan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW berpotensi memunculkan pengagungan yang berlebihan terhadap Rasulullah.

Baca Juga :  Adrian Stoica dan Hurricane Juara AGT 2023, Putri Ariani Peringkat 4

“Rasulullah adalah utusan Allah SWT. Beliau harus dimuliakan, tetapi tidak boleh disakralkan secara berlebihan,” ujar Menag.

Hijrah Nabi Menjadi Titik Awal Kalender Hijriah

Kesepakatan akhirnya tercapai setelah Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengusulkan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan Islam.

Usulan tersebut diterima seluruh peserta musyawarah dan kemudian menjadi dasar lahirnya Kalender Hijriah yang digunakan hingga sekarang.

“Kalau begitu, saya usulkan hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah yang dijadikan sebagai titik tolak kalender Islam. Akhirnya disepakati. Maka kalender Islam kita kenal sebagai Kalender Hijriah,” tutur Nasaruddin Umar.

Menag menjelaskan, hijrah dipilih karena menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah Islam. Peristiwa tersebut menandai terbentuknya masyarakat Muslim yang lebih kuat, terorganisasi, dan mampu membangun peradaban di Madinah.

Perbedaan Kalender Hijriah dan Kalender Masehi

Selain menjelaskan sejarah Kalender Hijriah, Menag juga menguraikan perbedaan mendasar antara kalender Islam dan kalender Masehi.

Kalender Hijriah menggunakan sistem peredaran bulan atau kamariyah. Sementara itu, kalender Masehi didasarkan pada peredaran matahari atau syamsiyah.

Perbedaan metode perhitungan tersebut membuat jumlah hari dalam kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari setiap tahun dibandingkan kalender Masehi.

Karena itu, posisi bulan-bulan Hijriah terus bergeser terhadap kalender Masehi dari tahun ke tahun.

Tahun Baru Hijriah Bukan Sekadar Pergantian Kalender

Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa memahami sejarah Kalender Hijriah memiliki makna penting bagi umat Islam. Pergantian tahun tidak seharusnya hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan.

Menurutnya, peristiwa hijrah mengandung nilai perjuangan, perubahan, pembaruan, dan semangat membangun kehidupan yang lebih baik.

“Karena itu, Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi momentum untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah dalam membangun peradaban, memperkuat persatuan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/red)

Baca Juga :  Dharma Ganto, Kadis Damkar Kota Padang Pertama Diabadikan Namanya di RSG

Berita Terkait

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB